TIMETODAY.ID, JAKARTA — Nyeri di ulu hati yang datang berulang sering kali dianggap sebagai masalah lambung biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda maag kronis yang memerlukan perhatian lebih serius. Berbeda dengan maag akut yang muncul sesekali, maag kronis dapat berlangsung dalam waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun jika tidak ditangani dengan tepat.
Maag kronis atau gastritis kronis terjadi akibat peradangan pada lapisan dinding lambung yang berkembang secara perlahan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu berbagai komplikasi yang dapat mengganggu kesehatan secara keseluruhan.
Penyebab Maag Kronis
Sejumlah faktor dapat memicu terjadinya peradangan kronis pada lambung. Salah satu penyebab yang paling umum adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya maag kronis.
Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan turut menjadi faktor pemicu. Tak hanya itu, beberapa penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh juga dapat menyebabkan peradangan pada lapisan lambung.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pada sebagian orang, maag kronis bisa berkembang tanpa gejala yang jelas. Namun, tidak sedikit penderita yang mengalami keluhan yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:
- Nyeri atau rasa perih di bagian ulu hati
- Mual dan muntah
- Perut terasa kembung
- Cepat kenyang atau merasa penuh setelah makan
- Penurunan nafsu makan
- Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
Karena gejalanya sering muncul secara perlahan, banyak orang tidak menyadari bahwa kondisi yang dialaminya sudah berkembang menjadi maag kronis.
Jenis-Jenis Maag Kronis
Berdasarkan penyebabnya, maag kronis dibagi menjadi beberapa jenis.
Tipe A terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel lambung sendiri sehingga menimbulkan peradangan.
Tipe B merupakan jenis yang paling sering ditemukan dan umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.
Sementara Tipe C biasanya dipicu oleh penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dalam jangka panjang atau konsumsi alkohol berlebihan.
Selain itu, terdapat jenis yang lebih jarang ditemukan seperti giant hypertrophic gastritis yang berkaitan dengan kekurangan protein dan gastritis eosinofilik yang sering dikaitkan dengan riwayat alergi, asma, atau eksim.
Komplikasi yang Bisa Terjadi
Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maag kronis dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah tukak lambung, yaitu luka pada dinding lambung yang menimbulkan nyeri hebat di perut bagian atas.
Peradangan yang berlangsung lama juga dapat menyebabkan gastritis atrofi, kondisi ketika lapisan dan kelenjar lambung mengalami kerusakan secara bertahap.
Pada kasus tertentu, kerusakan lambung dapat mengganggu penyerapan vitamin B12 sehingga memicu anemia pernisiosa, yaitu anemia akibat kekurangan vitamin B12.
Yang paling perlu diwaspadai, perubahan pada struktur lapisan lambung akibat peradangan kronis dapat meningkatkan risiko munculnya kanker lambung.
Cara Mengatasi Maag Kronis
Penanganan maag kronis umumnya dilakukan dengan kombinasi perubahan gaya hidup dan terapi medis.
Dokter biasanya menyarankan penderita untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat. Jika muncul rasa tidak nyaman saat makan, porsi makan dapat dibagi menjadi lebih kecil namun dengan frekuensi yang lebih sering.
Penderita juga dianjurkan menghindari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi lambung, seperti:
- Minuman beralkohol
- Minuman berkafein
- Makanan pedas
- Makanan asam
- Makanan tinggi garam
- Makanan tinggi lemak
Sebaliknya, beberapa jenis makanan yang lebih ramah bagi lambung antara lain buah dan sayuran, makanan probiotik seperti yogurt, tempe, natto, dan kimchi, serta sumber protein rendah lemak seperti ikan dan dada ayam.
Selain pengaturan pola makan, dokter dapat memberikan obat-obatan seperti antasida untuk menetralkan asam lambung, penghambat pompa proton untuk mengurangi produksi asam, hingga antibiotik apabila penyebabnya adalah infeksi Helicobacter pylori.
Jangan Tunda Pemeriksaan
Meski sering dianggap sepele, maag kronis bukanlah kondisi yang boleh diabaikan. Keluhan yang berlangsung lama, sering kambuh, atau disertai penurunan berat badan perlu segera diperiksakan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan komplikasi serius dapat dicegah sejak dini. Pemeriksaan rutin juga penting dilakukan untuk memantau kondisi lambung dan memastikan pengobatan berjalan efektif.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































