TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menghadapi anak yang pilih-pilih makanan atau picky eater sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Di satu sisi, orang tua ingin anak mendapatkan asupan bergizi seimbang, namun di sisi lain anak justru lebih tertarik pada makanan olahan, camilan manis, atau fast food.
Padahal, kebiasaan ini umumnya muncul seiring bertambahnya usia, meski saat bayi anak cenderung mudah menerima berbagai jenis makanan sehat.
Menurut pakar kesehatan anak dari The Center for Advanced Pediatrics, kunci utama membentuk kebiasaan makan sehat bukanlah dengan paksaan, melainkan menciptakan lingkungan makan yang positif dan menyenangkan, sekaligus mengatur ketersediaan makanan di rumah.
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan orang tua di rumah.
1. Arahkan ke Momen Makan yang Menyenangkan, Bukan Larangan
Terlalu sering melarang anak mengonsumsi makanan tertentu justru bisa menimbulkan tekanan dan penolakan. Sebaliknya, orang tua disarankan lebih fokus pada pengenalan variasi makanan sehat.
Makanan seperti sayur dan buah bisa diperkenalkan dengan cara yang lebih menarik, misalnya mengombinasikannya dengan makanan favorit anak. Contohnya, brokoli kukus disajikan bersama saus favorit agar lebih mudah diterima.
2. Ajak Anak Ikut Menentukan Menu dan Belanja
Melibatkan anak dalam proses memilih menu mingguan atau berbelanja bahan makanan dapat meningkatkan minat mereka terhadap makanan sehat.
Ketika anak merasa dilibatkan, mereka cenderung memiliki rasa kepemilikan terhadap makanan yang disajikan. Hal ini membuat mereka lebih antusias untuk mencoba dan menghabiskan makanan yang sudah mereka bantu pilih sendiri.
3. Masak Bersama untuk Meningkatkan Minat Makan
Mengajak anak memasak bersama bisa menjadi cara efektif untuk mengenalkan makanan sehat.
Orang tua dapat menjadwalkan sesi memasak sederhana, baik mingguan maupun bulanan. Anak-anak biasanya lebih berani mencoba makanan yang mereka bantu buat sendiri. Anak yang lebih kecil bisa dilibatkan dalam proses sederhana seperti mengaduk, sementara anak yang lebih besar dapat belajar keterampilan dapur dengan pengawasan.
4. Biarkan Anak Menyusun Piringnya Sendiri
Menyediakan berbagai pilihan makanan sehat di meja makan dan memberi anak kebebasan untuk memilih isi piringnya dapat membantu melatih kemandirian.
Dengan cara ini, anak belajar mengenali rasa lapar dan kebutuhan tubuhnya sendiri. Selain itu, mereka juga lebih terbuka untuk mencoba makanan baru karena merasa memiliki kontrol atas pilihannya.
5. Biasakan Makan Bersama Keluarga
Makan bersama keluarga bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga membangun kebiasaan dan kedekatan emosional.
Dalam suasana makan bersama, anak dapat melihat contoh langsung dari orang tua dalam mengonsumsi makanan sehat. Interaksi di meja makan juga membuat suasana lebih hangat dan menyenangkan, sehingga anak tidak merasa makan sebagai kewajiban yang membosankan.
Membangun Kebiasaan Sehat Butuh Proses
Membentuk hubungan positif antara anak dan makanan tidak terjadi dalam waktu singkat. Namun dengan pendekatan yang konsisten, penuh kesabaran, dan suasana yang menyenangkan, anak perlahan akan lebih terbiasa mengonsumsi makanan sehat tanpa perlu paksaan.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































