TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kasus kemunculan kutu busuk kembali menjadi perhatian di berbagai negara, termasuk kawasan Asia-Pasifik seperti Singapura. Serangga kecil pengisap darah ini dikenal mudah menyebar dan dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari rumah, hotel, sekolah, rumah sakit, hingga sarana transportasi umum.
Di lingkungan rumah, kutu busuk biasanya bersembunyi di area yang jarang terlihat, seperti lipatan kasur, celah furnitur, retakan dinding, hingga sudut-sudut ruangan yang gelap. Tak heran jika banyak orang memilih menjemur kasur di bawah terik matahari sebagai langkah sederhana untuk mengusir hama tersebut. Namun, seberapa efektif cara ini?
Kutu Busuk Tidak Tahan Suhu Tinggi
Salah satu metode yang kerap digunakan untuk mengendalikan kutu busuk adalah pemanasan atau heat treatment. Cara ini dianggap mampu membasmi hama tanpa harus menggunakan bahan kimia.
Berdasarkan informasi dari Pure Environmental, kutu busuk dapat mati apabila terpapar suhu setidaknya 45 derajat Celsius secara terus-menerus selama sekitar 30 menit. Suhu tersebut mampu memengaruhi seluruh fase kehidupan kutu busuk, mulai dari telur hingga serangga dewasa.
Kutu busuk dewasa umumnya lebih cepat mati ketika terkena panas, yakni sekitar 15 menit paparan. Sementara telur kutu busuk cenderung lebih tahan sehingga membutuhkan waktu pemanasan lebih lama, sekitar satu jam pada suhu yang sama.
Menjemur Kasur Belum Tentu Membasmi Semua Kutu Busuk
Meski panas diketahui dapat membunuh kutu busuk, menjemur kasur di bawah sinar matahari belum tentu menjadi solusi yang sepenuhnya efektif.
Pasalnya, panas matahari sering kali tidak mampu menjangkau seluruh bagian kasur secara merata, terutama area terdalam yang menjadi tempat persembunyian kutu busuk dan telurnya. Akibatnya, sebagian hama masih dapat bertahan meskipun permukaan kasur terasa sangat panas.
Meski demikian, paparan sinar matahari tetap memiliki manfaat. Sinar ultraviolet (UV) diketahui dapat membantu mengurangi jumlah kutu busuk di permukaan. Selain itu, panas yang dihasilkan juga berpotensi menyebabkan dehidrasi pada serangga tersebut dengan mengurangi kadar cairan dalam tubuhnya.
Apabila dilakukan dalam cuaca yang terik dan waktu yang cukup lama, menjemur kasur dapat membantu menekan populasi kutu busuk, meskipun tidak menjamin seluruh hama akan hilang.
Steam Cleaning Jadi Alternatif yang Lebih Efektif
Untuk hasil yang lebih maksimal, banyak ahli maupun jasa pengendalian hama merekomendasikan metode steam cleaning atau pembersihan menggunakan uap panas.
Menurut Sleep Foundation, teknik ini dilakukan dengan alat steamer yang menghasilkan uap bersuhu tinggi dan diarahkan langsung ke area yang terinfeksi. Panas dari uap mampu menembus lapisan permukaan sehingga lebih efektif menjangkau tempat persembunyian kutu busuk.
Selain steamer, tersedia pula alat pemanas khusus yang dirancang untuk membasmi kutu busuk pada berbagai barang rumah tangga, termasuk kasur. Agar efektif, proses pemanasan umumnya harus mencapai suhu minimal 45 derajat Celsius dan dipertahankan selama sekitar 90 menit.
Jangan Hanya Andalkan Sinar Matahari
Menjemur kasur memang dapat membantu mengurangi jumlah kutu busuk dan menjaga kasur tetap kering. Namun, metode ini belum tentu mampu membasmi seluruh kutu busuk beserta telurnya yang bersembunyi di bagian dalam kasur.
Karena itu, jika infestasi sudah cukup parah, penggunaan metode pemanasan dengan uap atau bantuan tenaga profesional menjadi pilihan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah kutu busuk secara menyeluruh.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































