Ingin Jantung Tetap Sehat? Hindari 5 Rutinitas Ini Setelah Bangun Tidur

Rutinitas
ilustrasi minum kopi di pagi hari. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Rutinitas yang dilakukan sesaat setelah bangun tidur ternyata dapat berpengaruh besar terhadap kesehatan jantung. Pada periode pagi hari, tubuh sedang beradaptasi dari kondisi istirahat menuju aktivitas penuh, sehingga sistem kardiovaskular bekerja lebih keras dibanding waktu lainnya.

Dokter spesialis jantung sekaligus pendiri Laguna Institute of Functional Medicine, Sanjay Bhojraj, menjelaskan bahwa pada pagi hari tubuh mengalami peningkatan hormon kortisol, tekanan darah mulai naik, dan denyut jantung mengalami perubahan sebagai bagian dari proses alami saat bangun tidur.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa risiko kejadian kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan kematian jantung mendadak, cenderung lebih tinggi pada beberapa jam pertama setelah seseorang terbangun.

Advertisement

Berdasarkan pengalamannya selama lebih dari 20 tahun menangani pasien, Bhojraj mengungkapkan ada beberapa kebiasaan pagi yang selalu ia hindari karena dinilai dapat memberi tekanan tambahan pada jantung dan metabolisme tubuh.

1. Mengawali Hari dengan Kopi Manis Berkalori Tinggi

Minuman kopi dengan tambahan sirup, krimer, atau perasa manis menjadi salah satu kebiasaan yang menurutnya perlu dibatasi.

Segelas latte berukuran besar, misalnya, dapat mengandung puluhan gram gula sebelum seseorang menyantap makanan pertama di hari itu. Lonjakan gula darah yang terjadi dalam waktu singkat dapat memicu peningkatan insulin dan memberi beban tambahan pada metabolisme tubuh.

Selain itu, minuman tinggi gula juga cenderung membuat rasa lapar datang lebih cepat.

2. Sarapan Pastry atau Roti Manis

Croissant, muffin, dan berbagai jenis pastry memang praktis dijadikan menu sarapan. Namun makanan tersebut umumnya tinggi karbohidrat olahan dan lemak jenuh, sementara kandungan protein serta seratnya relatif rendah.

Baca Juga :  10 Ikan Laut Ini Mengandung Merkuri Tinggi, Masih Sering Dimakan?

Kombinasi tersebut dapat menyebabkan gula darah meningkat dengan cepat lalu turun kembali dalam waktu singkat. Kondisi ini berpotensi membuat tubuh mudah lelah dan lapar sebelum waktu makan berikutnya.

3. Terlalu Sering Mengonsumsi Daging Olahan

Menu sarapan seperti bacon, sosis, atau ham juga termasuk makanan yang dibatasi oleh Bhojraj.

Menurutnya, produk daging olahan umumnya mengandung sodium dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi serta sering menggunakan bahan pengawet tertentu.

Meski konsumsi sesekali masih dapat ditoleransi, kebiasaan mengonsumsi makanan tersebut setiap pagi dalam jangka panjang dinilai kurang baik bagi kesehatan jantung.

4. Minum Minuman Energi Setelah Bangun Tidur

Minuman energi menjadi kebiasaan berikutnya yang sebaiknya dihindari, terutama saat tubuh baru memulai aktivitas.

Produk ini biasanya mengandung kombinasi kafein, gula, dan berbagai zat stimulan yang dapat meningkatkan denyut jantung serta tekanan darah.

Pada sebagian orang, konsumsi minuman energi juga berpotensi memicu gangguan irama jantung, terutama jika diminum saat tubuh sedang mengalami lonjakan aktivitas fisiologis alami di pagi hari.

5. Melewatkan Sarapan dalam Kondisi Stres

Puasa intermiten memang dapat menjadi pilihan pola makan tertentu. Namun, menurut Bhojraj, banyak orang sebenarnya hanya melewatkan sarapan sambil tetap mengonsumsi kopi dan langsung menghadapi tekanan pekerjaan.

Baca Juga :  Jarang Disadari, Kebiasaan Pagi Ini Bisa Membebani Ginjal

Ia mengaku sering menjumpai pasien yang memulai hari dengan kopi saat perut kosong, membaca email pekerjaan sejak pagi, serta mengonsumsi obat tanpa makanan pendamping.

Kebiasaan tersebut dapat membuat sistem saraf menjadi terlalu aktif dan menyebabkan fluktuasi gula darah yang kurang ideal.

Rutinitas Pagi yang Lebih Ramah untuk Jantung

Sebagai gantinya, Bhojraj memilih sarapan sederhana yang kaya protein, serat, dan cairan.

Beberapa menu yang kerap dikonsumsinya antara lain telur dengan buah, yogurt Yunani, keju cottage dengan buah beri dan kenari, atau oatmeal yang dipadukan dengan biji chia.

Ia juga membiasakan minum air putih terlebih dahulu sebelum menikmati kopi.

Menurutnya, hidrasi menjadi salah satu kebutuhan penting setelah tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam saat tidur.

Selain memperhatikan makanan, ia juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan sistem saraf pada pagi hari. Aktivitas ringan seperti peregangan, berjalan kaki singkat, berjemur di bawah sinar matahari pagi, atau latihan pernapasan sederhana dapat membantu tubuh beradaptasi secara bertahap sebelum memulai kesibukan harian.

Meski demikian, Bhojraj mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Karena itu, perubahan pola makan maupun rutinitas harian sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan jika diperlukan.

Menurutnya, memulai hari dengan lebih tenang dan terencana bukan hanya membantu meningkatkan energi, tetapi juga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan jantung.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel