TIMETODAY.ID, JAKARTA — Engkel kaki menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering mengalami cedera. Aktivitas sederhana seperti salah pijakan saat berjalan, berlari, hingga berolahraga bisa memicu masalah pada area yang menghubungkan kaki dan tulang betis tersebut.
Meski sering dianggap sepele, cedera engkel kaki dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Keluhan yang muncul pun beragam, mulai dari nyeri, bengkak, memar, hingga kesulitan berjalan.
Karena berfungsi menopang berat badan sekaligus menjaga keseimbangan tubuh, engkel kaki memang rentan mengalami cedera, terutama ketika mendapat tekanan berlebih atau gerakan mendadak.
Kenali Tanda-Tanda Cedera Engkel Kaki
Cedera pada engkel kaki umumnya ditandai dengan beberapa gejala berikut:
- Nyeri pada area pergelangan kaki
- Pembengkakan
- Kemerahan atau memar
- Sulit menggerakkan kaki
- Rasa tidak nyaman saat berdiri atau berjalan
Tingkat keparahan cedera bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya mengalami cedera ringan dan membaik dalam beberapa hari, tetapi ada pula yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Langkah Pertama yang Perlu Dilakukan
Saat mengalami cedera engkel kaki, penanganan awal sangat penting untuk membantu mempercepat proses pemulihan dan mencegah kondisi bertambah parah.
1. Terapkan Metode RICE
Metode RICE sering menjadi pertolongan pertama yang direkomendasikan untuk cedera engkel kaki.
Rest (Istirahat)
Hentikan aktivitas yang sedang dilakukan dan kurangi penggunaan kaki yang cedera. Hindari berjalan atau berlari terlalu banyak agar jaringan yang mengalami cedera tidak semakin rusak.
Ice (Kompres Dingin)
Tempelkan kompres es yang dibungkus kain selama 15 hingga 20 menit setiap beberapa jam dalam dua hari pertama setelah cedera. Kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri.
Compression (Balut dengan Perban Elastis)
Balutan elastis membantu mengurangi pembengkakan sekaligus memberikan dukungan pada sendi. Namun, pastikan balutan tidak terlalu ketat agar aliran darah tetap lancar.
Elevation (Posisikan Lebih Tinggi)
Saat beristirahat, letakkan kaki lebih tinggi dari posisi jantung menggunakan bantal atau penyangga. Cara ini membantu mengurangi penumpukan cairan yang menyebabkan bengkak.
Jangan Langsung Dipijat atau Diurut
Masih banyak orang yang memilih memijat atau mengurut kaki yang terkilir karena dianggap bisa mempercepat penyembuhan. Padahal, pada 48 jam pertama setelah cedera, tindakan tersebut justru sebaiknya dihindari.
Pada fase awal, jaringan di sekitar engkel masih mengalami peradangan dan bisa saja terdapat robekan pada ligamen atau otot. Tekanan dari pijatan berisiko memperparah cedera serta memperlambat proses pemulihan.
Gunakan Penyangga Jika Dibutuhkan
Pada cedera yang cukup berat, dokter mungkin menyarankan penggunaan ankle brace, bidai, atau alat bantu jalan seperti kruk.
Alat tersebut berfungsi menjaga kestabilan sendi, membatasi gerakan yang berlebihan, dan mengurangi beban pada area yang cedera sehingga proses penyembuhan berjalan lebih optimal.
Obat Pereda Nyeri Bisa Menjadi Pilihan
Jika nyeri dan pembengkakan cukup mengganggu, penggunaan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan keluhan.
Meski tersedia secara bebas, obat-obatan tersebut tetap perlu digunakan sesuai aturan pakai atau anjuran tenaga medis.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Tidak semua cedera engkel kaki bisa ditangani sendiri di rumah. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi berikut:
- Terdapat luka terbuka pada area cedera
- Pembengkakan tidak membaik setelah beberapa hari
- Nyeri semakin berat
- Sulit berdiri atau berjalan
- Engkel tampak berubah bentuk
- Muncul warna kebiruan
- Kaki terasa mati rasa atau dingin saat disentuh
Gejala tersebut bisa menjadi tanda cedera yang lebih serius, seperti robekan ligamen berat, dislokasi, atau bahkan patah tulang.
Cara Mencegah Cedera Engkel Kaki
Meskipun tidak dapat dicegah sepenuhnya, risiko cedera engkel kaki dapat dikurangi dengan beberapa langkah sederhana berikut:
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai aktivitas
- Lakukan pemanasan sebelum berolahraga
- Berhati-hati saat berjalan di permukaan yang licin atau tidak rata
- Latih kekuatan dan keseimbangan otot kaki secara rutin
- Tingkatkan intensitas olahraga secara bertahap
- Hindari aktivitas fisik berat saat tubuh kelelahan
- Gunakan pelindung engkel saat melakukan olahraga berisiko tinggi
- Segera hentikan aktivitas jika mulai muncul nyeri pada pergelangan kaki
Menjaga kesehatan engkel kaki sama pentingnya dengan menjaga bagian tubuh lainnya. Dengan penanganan yang tepat dan langkah pencegahan yang baik, risiko cedera dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar dan nyaman.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

































