DLH Kabupaten Bogor Siapkan Dua Skema Pengolahan Sampah Galuga

skema pengolahan sampah
ILUSTRASI : Sejumlah alat berat beroperasi di atas tumpukan sampah di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan dua skema pengolahan sampah di lokasi ini, yakni waste to energy dan waste to fuel, dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton per hari.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menyiapkan dua skema pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, yakni pengolahan sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar solar.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Agus Budiarso, mengatakan, proyek pengolahan sampah energi listrik (PSEL) di Galuga dirancang untuk melayani kawasan Bogor Raya, bukan hanya Kabupaten Bogor semata.

“PSEL itu bukan hanya Kota Bogor, tapi bicara untuk Bogor Raya,” ujar Agus, Jumat (5/6/2026).

Advertisement

Kapasitas pengolahan dalam proyek ini mencapai 1.500 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 ton berasal dari Kabupaten Bogor dan 500 ton dari Kota Bogor.

Baca Juga :  Dedie Rachim Terima Kunjungan Tim WTE Danantara, Bahas Kesiapan PSEL

Tak hanya mengolah sampah baru, pemerintah daerah juga menyiapkan skema waste to fuel, yaitu pemanfaatan sampah lama yang sudah mengendap di TPA untuk diolah menjadi bahan bakar solar. Dengan dua skema ini, DLH berharap timbunan sampah lama di TPA dapat ikut terselesaikan.

“Kalau waste to fuel ini terbangun, kemungkinan besar sampah-sampah lama yang ada di TPA itu akan habis,” kata Agus.

Baca Juga :  Tim Kano Indonesia Kejutkan Publik: Sempat Tertinggal, Berakhir Raih Emas SEA Games 2025

Namun, ia menegaskan bahwa skema tersebut masih dalam tahap kajian awal dan belum sampai pada pembahasan teknis hasil akhirnya. “Belum tahu, ini masih konsep. Belum sampai pembahasan sejauh itu,” ujarnya.

Di luar kedua proyek tersebut, Agus mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya. Ia mendorong warga untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga sebelum dibuang.

“Sebetulnya mudah, pilah sampah dulu dari rumah. Karena sumber itu salah satunya rumah tangga,” katanya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel