Muharram Segera Tiba, Ini Jadwal Puasa Sunnah dan Amalan yang Dianjurkan

Muharram
ilustrasi puasa Muharram. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bulan Muharram menjadi gerbang pembuka Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Bagi umat Islam, datangnya bulan ini bukan sekadar pergantian kalender, tetapi juga momentum untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amalan sunnah, salah satunya puasa.

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Karena keistimewaannya tersebut, ibadah yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai tersendiri, termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.

Muharram, Bulan yang Dianjurkan untuk Berpuasa

Keutamaan berpuasa di bulan Muharram didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.

Advertisement

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam.” (HR Muslim)

Para ulama, termasuk Imam Nawawi dalam penjelasannya terhadap hadis tersebut, menerangkan bahwa Muharram merupakan bulan paling utama untuk melaksanakan puasa sunnah setelah Ramadan.

Kapan Puasa 1 Muharram 1448 H?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026.

Tanggal tersebut juga sejalan dengan perhitungan Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dengan demikian, umat Islam yang ingin melaksanakan puasa sunnah pada awal tahun Hijriah dapat menunaikannya pada tanggal tersebut.

Baca Juga :  Ustaz Derry Sulaiman Klarifikasi Usai Dituding Paksa Figur Publik Jadi Mualaf

Keutamaan Puasa Muharram

Muharram memiliki kedudukan istimewa karena secara khusus disebut Rasulullah SAW sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah. Penyebutan tersebut menunjukkan kemuliaan dan keutamaan bulan ini dibanding bulan-bulan lainnya.

Dalam hadis lain, Abu Hurairah RA meriwayatkan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

Rasulullah SAW juga pernah menjelaskan tentang ibadah sunnah yang paling utama setelah ibadah wajib.

“Salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam. Dan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)

Niat Puasa 1 Muharram

Bagi umat Islam yang ingin melaksanakan puasa sunnah Muharram, berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ مُحَرَّمَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma syahri Muharram sunnatal lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah bulan Muharram karena Allah Ta’ala.”

Niat dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa atau sebelum waktu zawal (tergelincirnya matahari), selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Hukum Puasa 1 Muharram

Para ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat dalil khusus yang secara spesifik menganjurkan puasa pada tanggal 1 Muharram. Namun, puasa tersebut tetap termasuk dalam keutamaan puasa sunnah yang dilakukan selama bulan Muharram.

Baca Juga :  Pantau Hilal di Seluruh Indonesia, Kemenag Tentukan Lebaran Lewat Sidang Isbat

Adapun puasa yang memiliki dasar anjuran lebih kuat adalah puasa Tasua dan Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Tentang puasa Asyura, Rasulullah SAW bersabda:

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari tersebut.” (Muttafaq ‘alaih)

Sementara mengenai puasa Tasua, Ibnu Abbas RA meriwayatkan sabda Nabi SAW:

لَئِنْ بَقِيَتْ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya: “Seandainya aku masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharram.” (HR Muslim)

Berdasarkan kalender Hijriah tahun ini, puasa Tasua dan Asyura diperkirakan jatuh pada Rabu dan Kamis, 24–25 Juni 2026.

Amalan Sunnah Lain di Bulan Muharram

Selain puasa Tasua dan Asyura, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak berbagai ibadah sunnah lainnya selama Muharram. Di antaranya puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh pada pertengahan bulan Hijriah, maupun puasa Daud bagi yang terbiasa menjalankannya.

Momentum Muharram menjadi kesempatan untuk membuka lembaran tahun baru Islam dengan memperbanyak amal saleh. Melalui puasa dan ibadah lainnya, umat Muslim diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan sekaligus meraih keutamaan yang dijanjikan Allah SWT.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel