TIMETODAY. ID, BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan alasan pemilihan kawasan Desa Candali dan Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Jawa Barat sebagai lokasi rencana pembangunan pusat olahraga bertaraf internasional di Kabupaten Bogor. Kawasan itu dipilih karena menempati lahan milik pemerintah pusat yang dinilai sudah tidak produktif.
Rudy menjelaskan, lahan yang dimaksud merupakan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dengan sebagian besar ditanami kelapa sawit berusia tua sehingga produktivitasnya menurun.
“Rancabungur memiliki salah satu lahan milik pemerintah pusat, yaitu milik PTPN, yang mana lahan sawitnya di beberapa lokasi usianya sudah cukup tua. Produktivitas mungkin menjadi salah satu pertimbangan kenapa dipilih di lokasi tersebut,” ujar Rudy, Selasa (19/5/2026).
Lahan PTPN di kawasan tersebut tercatat seluas lebih dari 1.000 hektare. Namun, dalam perencanaan awal, lahan yang akan dimanfaatkan hanya sekitar 750 hektare.
Dari luasan itu, 500 hektare direncanakan dikelola Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk pembangunan sport center beserta fasilitas pendidikan jenjang dasar hingga menengah. Sementara 250 hektare sisanya dialokasikan untuk perluasan kawasan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan pembangunan universitas di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan.
“SD, SMP, SMA ada di wilayah Kemenpora, universitasnya ada di wilayah Kementerian Pertahanan,” jelas Rudy.
Selain kondisi lahan, faktor aksesibilitas juga menjadi pertimbangan utama. Lokasi tersebut berdekatan dengan Pangkalan Udara Atang Sanjaya yang saat ini masih dalam tahap kajian untuk dioptimalkan sebagai pendukung kawasan.
“Yang kedua juga aksesibilitasnya dekat, lalu ada juga bandara militer Atang Sanjaya yang sedang dikaji bersama-sama untuk dipertimbangkan,” tutur Rudy.
Rudy menegaskan, proyek ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang tidak semata berorientasi pada fasilitas olahraga, melainkan juga mencakup pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia secara terpadu.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel


































