TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kementerian Luar Negeri Singapura menyampaikan apresiasi kepada tim SAR Indonesia atas upaya pencarian dua pendaki asal Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono.
Dua korban, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), ditemukan dalam operasi pencarian yang melibatkan lebih dari 150 personel gabungan.
“Kementerian Luar Negeri ingin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak berwenang Indonesia, khususnya tim pencarian dan penyelamatan, atas upaya mereka dalam kondisi yang sangat sulit dan berbahaya,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Singapura, Senin (11/5/2026).
Sebelumnya, otoritas Indonesia telah memberi tahu Kedutaan Besar Singapura di Jakarta mengenai penemuan dua jenazah yang diduga kuat merupakan warga negaranya. Proses identifikasi resmi dilakukan melalui koordinasi dengan aparat di Tobelo, Halmahera Utara.
Pemerintah Singapura juga menyatakan terus berkomunikasi dengan keluarga korban serta menyiapkan bantuan konsuler untuk proses identifikasi dan pemulangan jenazah.
Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan
Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan bahwa kedua korban ditemukan pada Minggu (10/5) sekitar pukul 13.00 WIT, di lokasi sekitar 13 meter di sisi utara bibir kawah.
“Kedua korban berada di satu titik, terhimpit batu besar. Mereka ditemukan saling berpelukan dan kondisi tubuh sudah tidak utuh,” ujar Iwan.
Setelah ditemukan, tim SAR mengevakuasi jenazah menggunakan body bag dan menurunkannya ke posko induk di Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Jenazah tiba di posko pada pukul 17.43 WIT.
Tragedi erupsi Gunung Dukono menewaskan tiga pendaki, yakni dua warga Singapura dan satu warga Indonesia, serta memicu perhatian internasional terhadap keselamatan wisata ekstrem di kawasan gunung api aktif Indonesia.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel


































