Respons Iran terhadap Proposal Perdamaian Dinilai Positif, Trump Tak Setuju

Iran
ilustrasi bendera iran. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Iran akhirnya menyampaikan jawaban resmi atas proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang memanas di kawasan Teluk. Respons tersebut dikirim melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator.

Menurut laporan kantor berita resmi IRNA, tahap awal perundingan akan difokuskan pada penghentian permusuhan dan jaminan keamanan pelayaran di Teluk Persia serta Selat Hormuz.

Seorang sumber pemerintah Iran mengatakan bahwa tanggapan Teheran juga mencakup isu strategis lain, mulai dari program nuklir hingga pencabutan sanksi ekonomi yang selama bertahun-tahun membebani negara tersebut.

Advertisement

“Tanggapan kami berfokus pada penghentian perang di kawasan dan penyelesaian perbedaan dengan Washington,” ujar sumber tersebut.

Baca Juga :  Trump Rencanakan Transformasi Kennedy Center Lewat Penutupan Sementara

Iran menilai proposal yang diajukan telah dijawab secara realistis dan konstruktif. Teheran pun berharap proses negosiasi dapat berlangsung lebih cepat.

Namun, di tengah harapan itu, Presiden Donald Trump justru menunjukkan sikap keras. Melalui platform Truth Social, Trump menuduh Iran selama puluhan tahun mempermainkan Amerika Serikat.

“Iran telah mempermainkan Amerika Serikat dan dunia selama 47 tahun,” tulis Trump.

Beberapa jam kemudian, ia kembali menyatakan ketidakpuasannya terhadap isi tanggapan Iran.

“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut perwakilan Iran. Saya tidak menyukainya. Sama sekali tidak dapat diterima,” tegasnya.

Sebelumnya, Washington diketahui mengirim proposal berisi 14 poin kepada Teheran. Dalam proposal itu, Iran diminta menghentikan pengayaan uranium selama 12 tahun, menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen, dan memberikan jaminan tidak mengembangkan senjata nuklir.

Baca Juga :  Dorong Wisata Lokal, Thailand Beri Subsidi 50 persen Biaya Perjalanan

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat menawarkan pelonggaran sanksi secara bertahap, pembebasan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Perkembangan ini menjadi perhatian dunia karena menyangkut stabilitas Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sebagian besar ekspor minyak global. Di saat yang sama, Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke China, salah satu pembeli utama minyak Iran dan pemain penting dalam dinamika geopolitik kawasan.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel