Kunjungan Posyandu Rendah, Ratusan Kasus Stunting Tak Terdeteksi

kasus stunting
Camat Bogor Tengah Dheri Wiriadirama. FOTO : TIMETODAY.ID/B. SUPRIYADI.

TIMETODAY.ID, BOGOR –  Rendahnya kunjungan warga ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menyebabkan ratusan kasus stunting di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, luput dari pendataan selama bertahun-tahun. Kondisi itu baru terungkap setelah kesadaran masyarakat mulai meningkat, sehingga angka stunting tercatat melonjak 122 kasus dalam periode penimbangan Agustus 2025 hingga Februari 2026.

Camat Bogor Tengah Dheri Wiriadirama mengungkapkan, sebagian besar dari 122 kasus yang muncul dalam data terbaru bukanlah kasus baru, melainkan kasus lama yang selama ini tidak terdeteksi karena balita tidak pernah dibawa ke Posyandu.

“Banyak yang baru masuk data di Februari 2026 karena yang bersangkutan baru datang ke Posyandu, meski usianya sudah tiga atau empat tahun,” ujar Dheri kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Sugiono Bertemu Menlu Palestina, Indonesia Siap Ambil Peran Lebih Besar untuk Perdamaian

Ia meminta masyarakat tidak hanya menyoroti angka kenaikannya. Pada periode yang sama, sebanyak 90 anak dinyatakan lulus dari status stunting. Meski begitu, Dheri mengakui capaian itu tetap mengecewakan di tengah upaya yang telah dilakukan pihak kecamatan.

“Agak kurang populer untuk diungkap ketika capaian stunting dari bulan penimbangan Agustus ke Februari naik hampir 122 anak,” katanya.

Dheri mengimbau seluruh orang tua yang memiliki balita untuk segera memeriksakan anaknya ke Posyandu tanpa menunggu. Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran ke Posyandu bukan berarti anak terbebas dari risiko stunting, melainkan hanya membuat kondisinya tidak terpantau.

Baca Juga :  Kades Gunung Menyan Viral, Bupati Rudy Susmanto Ingatkan Pejabat Bijak Bermedia Sosial

“Saya minta tolong kepada bapak, ibu yang punya balita, ayo segera ke Posyandu,” tegasnya.

Sebagai langkah pendukung, kantor kelurahan dan kecamatan di Bogor Tengah kini mulai dilengkapi area bermain anak. Fasilitas itu bertujuan agar orang tua yang datang mengurus administrasi kependudukan dapat lebih fokus karena balita memiliki ruang bermain yang aman.

“Tujuannya sederhana tapi efektif. Ini adalah bagian dari dukungan kami terhadap kebijakan Kota Layak Anak,” tuntas Dheri.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel