Tren Tanam Benang Hidung Naik, Ini Pantangan yang Sering Diabaikan Pasien

tanam benang hidung
ilustrasi tanam benang hidung. Foto: AI/gemini

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Prosedur tanam benang hidung semakin diminati sebagai alternatif pembentukan hidung tanpa operasi. Teknik ini dianggap minim invasif karena tidak membutuhkan pembedahan besar, namun tetap memerlukan perawatan khusus setelah tindakan dilakukan.

Meski terlihat sederhana, masa pemulihan tanam benang hidung menjadi tahap krusial yang menentukan hasil akhir. Benang yang ditanam di bawah kulit membutuhkan waktu untuk menyatu dengan jaringan agar dapat membentuk kontur hidung sesuai harapan. Jika perawatan diabaikan, risiko seperti infeksi, pembengkakan, hingga bentuk hidung yang tidak simetris bisa terjadi.

Banyak orang mengira perawatan pascatindakan hanya sebatas menghindari tekanan pada hidung. Padahal, ada sejumlah larangan lain yang juga perlu diperhatikan agar hasil tetap maksimal dan komplikasi bisa dicegah.

Advertisement

Berbagai Larangan Setelah Tanam Benang Hidung

Agar proses pemulihan berjalan baik, berikut sejumlah pantangan yang umumnya disarankan oleh tenaga medis:

  1. Hindari menyentuh atau menekan hidung
    Pada masa awal penyembuhan, hidung tidak boleh disentuh atau ditekan sembarangan, termasuk saat mencuci wajah atau menggunakan kacamata. Tekanan kecil sekalipun berpotensi menggeser posisi benang.
  2. Jangan tidur tengkurap atau miring
    Posisi tidur yang menekan area hidung dapat memengaruhi hasil pembentukan, bahkan memicu ketidaksimetrisan atau rasa nyeri.
  3. Batasi aktivitas fisik berat
    Olahraga intens atau aktivitas yang melibatkan banyak tenaga sebaiknya dihindari selama 1–2 minggu untuk mencegah pergeseran benang.
  4. Hindari alkohol dan rokok
    Kedua kebiasaan ini dapat memperlambat proses penyembuhan serta meningkatkan risiko infeksi di area tindakan.
  5. Jangan berenang atau berendam di tempat umum
    Air kolam atau pemandian umum berpotensi mengandung bakteri yang dapat mengganggu proses pemulihan.
  6. Hindari sauna dan paparan panas ekstrem
    Suhu tinggi dapat memperburuk pembengkakan serta memperlambat penyembuhan jaringan.
  7. Batasi penggunaan makeup dan skincare di area hidung
    Produk kosmetik yang terlalu berat berisiko menyebabkan iritasi. Sebaiknya gunakan produk ringan dan jaga kebersihan area wajah.
Baca Juga :  Trik Simpel Agar Tidur Lebih Berkualitas, Buah Ini Jawabannya

Risiko Jika Pantangan Diabaikan

Mengabaikan aturan perawatan dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti infeksi, pembengkakan berkepanjangan, rasa nyeri, hingga perubahan bentuk hidung yang tidak diinginkan. Dalam beberapa kasus, tindakan koreksi ulang bahkan diperlukan jika hasil tidak sesuai harapan.

Baca Juga :  Cegah Bisul dengan Tips Kebersihan dan Pola Hidup Sehat

Tanda-tanda seperti demam, nyeri hebat, keluarnya cairan bernanah, atau perubahan bentuk hidung secara drastis perlu segera mendapat penanganan medis.

Masa Pemulihan dan Perawatan Tambahan

Secara umum, masa pemulihan berlangsung sekitar 1–2 minggu, meski bisa berbeda pada tiap individu. Selama periode tersebut, pasien dianjurkan menjaga pola hidup sehat, cukup istirahat, dan memperbanyak konsumsi air putih untuk mendukung proses penyembuhan.

Dengan perawatan yang tepat dan kepatuhan terhadap larangan, hasil tanam benang hidung dapat bertahan lebih optimal sekaligus meminimalkan risiko komplikasi.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel