Balita 3 Tahun Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Total Korban Capai 5 Orang

Gaza
Ilustrasi: Warga Palestina harus menghadapi kehilangan anggota keluarga untuk selamanya akibat konflik yang terus berlangsung. Foto: REUTERS/Mohammed Salem

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Serangan kembali mengguncang wilayah utara Gaza, di tengah situasi yang masih diliputi ketegangan meski gencatan senjata telah diumumkan. Aksi militer Israel Defense Forces dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk seorang balita.

Berdasarkan keterangan otoritas setempat, serangan tersebut menyasar sebuah kendaraan polisi di Kota Gaza. Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, menyebut korban jiwa terdiri dari warga sipil, dengan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

“Empat orang tewas, termasuk seorang anak, dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan kendaraan polisi,” ujar Bassal.

Advertisement
Baca Juga :  Di Tengah Gencatan Senjata, Israel Tetap Serang Gaza dan Renggut 22 Nyawa

Salah satu korban yang meninggal dunia diketahui bernama Yahya al-Mallahi, balita berusia tiga tahun. Jenazah para korban telah dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa untuk penanganan lebih lanjut.

Tak hanya itu, insiden terpisah juga dilaporkan terjadi di wilayah Beit Lahia, Gaza utara, pada hari yang sama. Dalam kejadian tersebut, satu orang dilaporkan tewas akibat tembakan, sehingga total korban jiwa dalam sehari mencapai lima orang.

Kementerian Dalam Negeri Gaza menyatakan serangan udara dilakukan oleh pesawat tempur Israel yang menargetkan kendaraan aparat di pusat kota. Sementara itu, pihak militer Israel menyebut masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Baca Juga :  MUI Kecam Menteri Israel yang Pimpin Doa Yahudi di Kompleks Al-Aqsa

Di lapangan, suasana duka menyelimuti warga. Rekaman yang beredar memperlihatkan kerumunan warga Palestina mengelilingi jenazah korban sebelum dibawa menggunakan tandu untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan di Gaza, meskipun kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak Oktober lalu. Kedua pihak pun saling melontarkan tuduhan atas pelanggaran yang terus terjadi, memperlihatkan rapuhnya upaya meredakan konflik di kawasan tersebut.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel