TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah ketidakpastian harga energi dunia, kendaraan hemat bahan bakar mulai dilirik sebagai solusi. Salah satu opsi yang kini semakin diminati adalah mobil hybrid, yang dinilai mampu menekan konsumsi BBM sekaligus biaya operasional harian.
Meski harga bahan bakar di Indonesia relatif masih stabil dibanding sejumlah negara lain, dampak konflik global—termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran—membuat masyarakat mulai waspada terhadap potensi lonjakan biaya energi.
Dalam beberapa waktu terakhir, pengguna kendaraan pribadi mulai merasakan kenaikan biaya operasional, terutama akibat konsumsi BBM yang tinggi dan biaya perawatan rutin. Kondisi ini semakin terasa di kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi.
“Penggunaan kendaraan di kondisi lalu lintas padat membuat konsumsi bahan bakar meningkat signifikan, sehingga biaya harian ikut membengkak,” ujar pengamat otomotif.
Di tengah situasi tersebut, teknologi hybrid hadir sebagai jalan tengah. Sistem ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik, memungkinkan kendaraan bekerja lebih efisien, terutama saat kecepatan rendah atau kondisi stop-and-go.
Pada situasi macet, motor listrik dapat mengambil alih pergerakan kendaraan, sehingga penggunaan bahan bakar dapat ditekan. Selain itu, beban kerja mesin konvensional juga menjadi lebih ringan.
“Hybrid memberikan efisiensi optimal di perkotaan, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” tambahnya.
Salah satu model yang mulai menarik perhatian pasar adalah Toyota Veloz Hybrid. Mobil MPV ini mengusung teknologi full hybrid (HEV) dengan mesin 1.5 liter, transmisi e-CVT, serta baterai lithium-ion.
Dari sisi efisiensi, kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 28,9–35,5 km per liter, dengan potensi penghematan bahan bakar mencapai sekitar 40 persen dibandingkan mobil konvensional.
Di pasar Indonesia, harga model ini berada di kisaran Rp 308 juta hingga Rp 389 juta, tergantung varian yang dipilih.
Dengan kombinasi efisiensi dan teknologi ramah lingkungan, mobil hybrid dinilai menjadi pilihan realistis bagi masyarakat yang ingin tetap mobilitas tinggi tanpa terbebani lonjakan biaya energi di masa depan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































