Bandingkan Venezuela, Trump Pertimbangkan Kebijakan Serupa untuk Iran

Trump
donald trump. Foto: Alex Brandon/AP Photo

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan mengambil alih pasokan minyak Iran, sebuah langkah yang disebutnya serupa dengan kebijakan Washington terhadap Venezuela.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan terkait potensi pendekatan Amerika Serikat terhadap Iran di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

“Saya tidak ingin membahasnya secara rinci, tetapi itu adalah salah satu opsi,” ujar Trump, seperti dikutip dari laporan media internasional, Jumat (27/3/2026).

Advertisement

Wacana tersebut muncul di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang turut berdampak pada stabilitas pasokan energi global.

Trump kemudian menyinggung pengalaman AS di Venezuela, yang menurutnya telah memberikan keuntungan ekonomi signifikan bagi negaranya. Ia menggambarkan pendekatan tersebut sebagai bentuk kerja sama yang menguntungkan, terutama di sektor energi.

Baca Juga :  UHC Capai 101,06 Persen, Faskes di Kota Bogor Siap Berikan Pelayanan

“Di Venezuela, kami bekerja sangat baik. Kami menghasilkan miliaran dolar. Itu seperti kemitraan, dan Amerika bisa mendapatkan banyak keuntungan,” kata Trump.

Ia juga mengklaim bahwa kondisi Venezuela saat ini menunjukkan perbaikan dibanding sebelumnya, seiring keterlibatan AS dalam pengelolaan sektor minyak di negara tersebut.

Selain itu, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak terlalu bergantung pada jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz. Ia menyebut negaranya memiliki cadangan minyak yang sangat besar, bahkan melebihi negara-negara produsen utama dunia.

“Kami punya sangat banyak minyak. Negara kami tidak terpengaruh oleh situasi ini. Jumlahnya bahkan dua kali lipat dibanding Arab Saudi atau Rusia, dan akan terus bertambah,” ujarnya.

Baca Juga :  Kecelakaan di Pusat Kota: Pejabat SKK Migas Meninggal Saat Bersepeda Pagi

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap keras pemerintahan Trump terhadap Iran, termasuk ancaman sanksi dan tekanan ekonomi terhadap pihak-pihak yang bekerja sama dengan Teheran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menambahkan bahwa kebijakan energi AS di kawasan Amerika Latin telah menunjukkan hasil positif. Ia menyebut Venezuela mengalami lonjakan pendapatan minyak dalam dua bulan pertama 2026, melampaui capaian sepanjang sebagian besar tahun sebelumnya.

Situasi ini memperlihatkan bagaimana isu energi menjadi salah satu titik krusial dalam dinamika geopolitik global, terutama di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel