Ketegangan Meningkat, Iran Sebut Berhasil Hancurkan F-16 Israel

Iran
Ilustrasi momen Angkatan Udara Garda Revolusi Iran menargetkan dan menjatuhkan jet tempur F-16 Israel. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kembali meningkat. Kali ini, Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F-16 milik Israel di wilayah tengah negaranya, Sabtu (21/3/2026).

Informasi tersebut disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui pernyataan resmi yang disiarkan media nasional. Dalam keterangan itu, sistem pertahanan udara Iran disebut berhasil menghancurkan pesawat tempur yang masuk ke wilayah mereka.

Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden militer sejak konflik memanas pada akhir Februari lalu. IRGC menyebut, jet F-16 tersebut merupakan pesawat ketiga yang berhasil dijatuhkan selama perang berlangsung.

Advertisement
Baca Juga :  Wakil Bupati Bogor Ade Ruhendi Sidak RSUD Leuwiliang, Soroti Pelayanan dan Administrasi

Sebelumnya, Iran juga mengklaim telah menargetkan pesawat tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat. Meski demikian, pihak militer AS menyatakan pesawat tersebut hanya melakukan pendaratan darurat di salah satu pangkalan di kawasan Timur Tengah setelah mengalami kerusakan.

Di tengah eskalasi konflik, Iran mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah menghancurkan ratusan peralatan militer lawan, termasuk drone, pesawat tanker, dan jet tempur. Klaim ini menunjukkan intensitas pertempuran yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  Rekayasa Arus Lalu Lintas Car Free Night di Puncak, Kendaraan Dialihkan ke Jalur Alternatif

Situasi ini turut memicu kekhawatiran di kalangan militer Amerika Serikat, terutama terkait efektivitas operasi udara mereka ke depan. Pasalnya, pesawat yang terkena serangan merupakan jenis canggih yang dirancang untuk menghindari deteksi radar.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel terkait klaim jatuhnya jet tempur F-16 tersebut. Namun, insiden ini diperkirakan akan semakin memperkeruh dinamika konflik di kawasan dan berpotensi memperluas dampak perang.

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel