TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Sri Lanka menegaskan komitmennya untuk tetap netral di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Sikap tersebut ditunjukkan dengan penolakan terhadap permintaan Amerika Serikat yang ingin mendaratkan dua jet tempur bersenjata di wilayahnya.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Presiden Anura Kumara Dissanayake dalam keterangannya di hadapan parlemen. Ia mengungkapkan bahwa permintaan tersebut diajukan pada akhir Februari 2026, menjelang meningkatnya ketegangan antara AS, Israel, dan Iran.
Menurut Dissanayake, jet tempur tersebut rencananya akan dipindahkan dari pangkalan militer di Djibouti ke Bandara Internasional Mattala. Namun pemerintah memilih menolak permintaan itu demi menjaga wilayahnya tidak terlibat dalam kepentingan militer pihak mana pun.
Ia menegaskan, negaranya tidak ingin fasilitas sipil dimanfaatkan untuk operasi militer yang berpotensi memicu konflik lebih luas. Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari prinsip luar negeri Sri Lanka yang mengedepankan netralitas.
Di sisi lain, pemerintah Sri Lanka juga menerima permintaan dari Iran terkait rencana singgah tiga kapal perang di pelabuhan Kolombo. Namun permintaan tersebut juga dipertimbangkan secara hati-hati agar tidak menimbulkan persepsi keberpihakan.
Dissanayake menegaskan, jika satu pihak diberikan izin, maka pihak lain juga berpotensi menuntut hal serupa. Karena itu, pemerintah memilih bersikap konsisten dengan tidak memberikan izin kepada kedua belah pihak.
Situasi ini semakin kompleks setelah insiden militer terjadi di perairan dekat Sri Lanka. Sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam setelah terkena serangan, memicu operasi penyelamatan oleh otoritas setempat.
Pemerintah Sri Lanka menyebut langkah penyelamatan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan. Sejumlah awak kapal berhasil diselamatkan, sementara korban jiwa telah dipulangkan ke negara asalnya.
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, keputusan Sri Lanka untuk menjaga jarak dari konflik dinilai sebagai upaya mempertahankan stabilitas nasional sekaligus menghindari dampak langsung dari eskalasi geopolitik global.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































