Harga Cup Plastik Naik, Pelaku UMKM Mulai Beralih ke Solusi Tumbler

plastik
ilustrasi Cup Plastik. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Lonjakan harga plastik yang dipicu konflik di Timur Tengah mulai terasa hingga ke pelaku usaha kecil di dalam negeri. Di tengah situasi tersebut, sejumlah pelaku usaha harus mencari cara untuk menjaga biaya operasional tetap terkendali tanpa mengorbankan layanan kepada pelanggan.

Salah satunya dilakukan oleh kedai kopi Jue Kopi yang berlokasi di kawasan Taman Cibeunying Utara, Kota Bandung. Kedai ini kini mendorong pelanggan untuk membawa tumbler pribadi saat membeli minuman, sebagai langkah mengurangi penggunaan kemasan plastik.

Pengelola Jue Kopi, Irfan Fitra Fauzan, menjelaskan bahwa imbauan tersebut bukan hanya soal kepedulian lingkungan, tetapi juga sebagai respons atas kenaikan harga plastik yang cukup signifikan.

Advertisement

“Kami tidak mewajibkan, hanya menyarankan. Selain karena harga plastik naik, ini juga untuk mengurangi sampah,” ujar Irfan,dikutip dari okezone.com.

Baca Juga :  Iran Pasang Syarat untuk Selat Hormuz, Dampak Global Kian Menguat

Ia mengungkapkan, kebijakan serupa sebenarnya pernah diterapkan sebelumnya, namun sempat dihentikan. Kini, di tengah tekanan biaya, langkah tersebut kembali dihidupkan sebagai solusi yang dinilai cukup efektif.

“Dulu sudah pernah dilakukan, sekarang kami coba terapkan lagi,” katanya.

Kenaikan harga bahan kemasan dirasakan cukup membebani. Irfan menyebut harga cup plastik yang biasa digunakan mengalami lonjakan antara Rp5.000 hingga Rp10.000. Bahkan, produk yang sebelumnya dibeli sekitar Rp23.000 kini naik menjadi Rp28.000.

“Kenaikannya cukup terasa. Dampaknya ke biaya produksi pasti ada, walaupun untuk harga jual masih kami tahan,” jelasnya.

Meski margin keuntungan menipis, Irfan mengaku penjualan masih relatif stabil. Namun, ia tetap waspada jika harga plastik kembali merangkak naik dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Kapal Induk Raksasa Dikerahkan, Trump Kirim Sinyal Keras ke Iran

“Yang kami khawatirkan kalau harga terus naik. Sekarang memang belum terlalu berpengaruh ke penjualan, tapi margin jadi lebih kecil,” ujarnya.

Menariknya, imbauan membawa tumbler justru mendapat respons positif dari pelanggan. Hingga kini, belum ada keluhan terkait kebijakan tersebut.

“Sejauh ini tidak ada komplain. Harapannya bisa terus berjalan, karena kalau pelanggan terbiasa pakai tumbler, penggunaan plastik bisa jauh berkurang,” tutup Irfan.

Langkah sederhana ini menjadi gambaran bagaimana pelaku usaha kecil beradaptasi di tengah tekanan global—mengubah tantangan menjadi peluang, sekaligus mendorong kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel