TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di perbatasan Lebanon dan Israel terus meningkat, seiring rencana militer Israel memperluas kontrol di wilayah selatan Lebanon. Di tengah konflik yang belum mereda, ribuan rumah di desa-desa perbatasan dilaporkan akan dihancurkan sebagai bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa pasukan Israel Defense Forces akan membangun zona keamanan di dalam wilayah Lebanon. Area tersebut dirancang sebagai garis pertahanan, khususnya terhadap ancaman rudal anti-tank.
“Pada akhir operasi, IDF akan membangun zona keamanan di dalam Lebanon dan mempertahankan kendali keamanan hingga Sungai Litani,” ujar Katz.
Wilayah yang dimaksud mencakup area hingga Sungai Litani, yang terletak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel dan bermuara ke Laut Mediterania. Kawasan ini memiliki posisi strategis karena mencakup hampir sepersepuluh wilayah Lebanon.
Selain pembangunan zona penyangga, Israel juga menegaskan tidak akan mengizinkan sekitar 600.000 warga Lebanon Selatan yang saat ini mengungsi untuk kembali dalam waktu dekat. Kepulangan mereka baru akan dipertimbangkan setelah situasi di wilayah utara Israel dinilai benar-benar aman.
Langkah ini diambil setelah eskalasi konflik dengan Hizbullah sejak awal Maret lalu. Serangan militer yang dilancarkan Israel sejak 2 Maret dilaporkan telah menyebabkan lebih dari 1,2 juta orang mengungsi dan menewaskan sekitar 1.200 lainnya.
Di sisi lain, wilayah Lebanon Selatan—terutama yang berada di sekitar selatan Beirut—dikenal sebagai basis kekuatan Hizbullah, menjadikannya titik strategis sekaligus rawan dalam konflik yang terus berlanjut.
Rencana pembentukan zona keamanan ini menandai fase baru dalam operasi militer Israel, sekaligus menambah ketidakpastian bagi warga sipil yang hingga kini masih menunggu kepastian untuk kembali ke rumah mereka.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































