
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga yang berada di sejumlah wilayah di Dubai, Uni Emirat Arab, serta Doha, Qatar.
Peringatan tersebut menjadi yang pertama kali dikeluarkan secara terbuka kepada dua kota besar di kawasan Teluk sejak konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meletus pada 28 Februari lalu.
Dalam pernyataan resmi pada Minggu (15/3/2026), Angkatan Bersenjata Iran menyampaikan bahwa kemungkinan serangan dapat terjadi dalam beberapa jam ke depan. Target yang dimaksud disebut berkaitan dengan keberadaan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Menurut pernyataan itu, sejumlah unsur yang disebut sebagai “tentara teroris” AS berada di area ibu kota negara-negara tersebut.
Peringatan tersebut bahkan disertai peta yang menunjukkan beberapa kawasan di Doha yang diminta untuk dikosongkan. Beberapa wilayah yang disebut antara lain Lusail, Al Waab, dan Ain Khaled.
Situasi ini muncul di tengah operasi militer gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang sejak konflik meningkat.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan berbagai serangan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Irak dan Yordania.
Pemerintah Iran juga menuduh Amerika Serikat memanfaatkan wilayah udara negara-negara Teluk sebagai jalur operasi militer untuk menyerang wilayahnya.
Meningkatnya eskalasi konflik ini membuat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin tidak menentu, sementara masyarakat di sejumlah kota besar Teluk kini dihadapkan pada ancaman potensi serangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































