TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana Masjid Al-Aqsa yang biasanya dipenuhi jamaah menjelang Hari Raya kini berubah sunyi. Di momen Idul Fitri, umat Islam Palestina tidak dapat melaksanakan salat Id di salah satu tempat suci tersebut setelah otoritas Israel memberlakukan larangan dengan alasan keamanan.
Kebijakan itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan konflik yang melibatkan Iran. Sejak akhir Februari lalu, kawasan Masjid Al-Aqsa telah ditutup, tidak hanya untuk Salat Id, tetapi juga untuk berbagai aktivitas ibadah selama Ramadan, termasuk tarawih dan salat Jumat.
Kondisi tersebut membuat wajah Kota Tua Yerusalem Timur tampak berbeda dari biasanya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kawasan ini dipadati warga yang bersiap menyambut Lebaran, kali ini suasananya cenderung lengang. Aktivitas ekonomi pun ikut terdampak, dengan banyak toko tidak diizinkan beroperasi.
Sejumlah warga Palestina sempat berupaya tetap melaksanakan ibadah dengan berkumpul di sekitar area luar Kota Tua agar bisa salat sedekat mungkin dengan Masjid Al-Aqsa. Namun, upaya tersebut dibubarkan aparat keamanan.
Pasukan Israel dilaporkan mengambil tindakan untuk menghalau kerumunan, termasuk menggunakan pentungan, granat kejut, dan gas air mata. Situasi ini semakin menambah ketegangan di tengah masyarakat yang tengah merayakan hari besar keagamaan.
Pembatasan juga diberlakukan secara ketat, termasuk larangan berkumpul dan pembatasan akses menuju kawasan tertentu. Hanya beberapa fasilitas penting seperti apotek dan toko bahan pokok yang diizinkan tetap beroperasi.
Peristiwa ini menjadi gambaran bagaimana konflik yang terus berlangsung berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari warga, termasuk dalam menjalankan ibadah di momen penting seperti Idul Fitri.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































