TIMETODAY.ID, JAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap alasan di balik cuaca panas dan gerah yang belakangan dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini disebut bukan sekadar faktor lingkungan sehari-hari, melainkan dipengaruhi fenomena alam yang sedang berlangsung.
Melalui unggahan resminya, BMKG menegaskan bahwa peningkatan suhu tersebut tidak hanya dipicu oleh hal seperti polusi atau pendingin ruangan yang kurang optimal.
“Ini bukan sekadar karena polusi atau AC yang kurang dingin, tapi ada fenomena astronomi dan meteorologi yang sedang terjadi,” tulis BMKG.
Salah satu faktor utama yang memicu suhu terasa lebih menyengat adalah fenomena gerak semu tahunan Matahari. Dalam periode tertentu, posisi Matahari tampak berada tepat di atas garis khatulistiwa, wilayah yang dilintasi Indonesia.
Pada rentang 21 hingga 23 Maret, Matahari diperkirakan berada tepat di atas ekuator. Posisi ini membuat sinar Matahari jatuh hampir tegak lurus ke permukaan Bumi, sehingga intensitas panas yang diterima meningkat secara signifikan.
Selain itu, BMKG menyebut kondisi panas dipengaruhi kombinasi beberapa faktor lain. Minimnya tutupan awan membuat radiasi Matahari langsung mencapai permukaan tanpa penyaring. Di sisi lain, Indonesia saat ini tengah memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau yang identik dengan cuaca lebih kering dan panas.
Kombinasi faktor astronomi dan kondisi atmosfer tersebut membuat suhu udara terasa lebih tinggi, terutama pada siang hari.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa fenomena ini merupakan siklus tahunan yang normal terjadi. Namun, dampaknya bisa terasa lebih ekstrem bagi masyarakat, khususnya yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga asupan cairan guna mencegah dehidrasi, menggunakan pelindung dari paparan sinar ultraviolet, serta membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari jika tidak mendesak.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































