TIMETODAY.ID, JAKARTA — Banyak orang merasa khawatir ketika mengalami gusi berdarah saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Kondisi ini kerap muncul ketika menyikat gigi atau saat berbuka puasa. Selain mengganggu kenyamanan, gusi berdarah juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada gusi.
Perubahan pola makan dan minum selama berpuasa sering menjadi salah satu pemicu utama.
Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu lama, produksi air liur akan menurun sehingga mulut menjadi lebih kering. Kondisi ini membuat bakteri di rongga mulut lebih mudah berkembang.
Selain itu, kurangnya perhatian terhadap kebersihan gigi dan mulut saat sahur maupun setelah berbuka juga bisa meningkatkan risiko gusi berdarah.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab sekaligus langkah pencegahannya agar ibadah tetap berjalan nyaman.
Penyebab Gusi Berdarah Saat Puasa
Berikut beberapa faktor yang sering memicu gusi berdarah selama berpuasa:
1. Kekurangan cairan
Selama berpuasa, tubuh tidak memperoleh asupan cairan selama berjam-jam. Kondisi ini dapat menyebabkan mulut kering sehingga jaringan gusi lebih rentan mengalami iritasi dan mudah berdarah.
2. Infeksi gusi
Penumpukan plak dan bakteri akibat gigi yang tidak dibersihkan dengan baik dapat memicu infeksi gusi. Akibatnya gusi menjadi bengkak, meradang, dan mudah berdarah.
3. Radang gusi (Gingivitis)
Radang gusi sering terjadi karena kebersihan mulut yang kurang terjaga. Gejalanya meliputi gusi bengkak, kemerahan, dan mudah berdarah saat menyikat gigi atau makan.
4. Menyikat gigi terlalu keras
Tekanan berlebihan saat menyikat gigi atau penggunaan sikat gigi dengan bulu yang kasar bisa melukai jaringan gusi sehingga memicu perdarahan.
5. Kebersihan mulut kurang terjaga
Rasa kantuk saat sahur atau lelah setelah berbuka sering membuat seseorang melewatkan kebiasaan menyikat gigi. Akibatnya, plak dan sisa makanan menumpuk di sekitar gusi.
6. Kekurangan vitamin
Pola makan yang tidak seimbang, terutama kurang mengonsumsi buah dan sayur, dapat menyebabkan kekurangan vitamin C dan K yang berperan penting menjaga kesehatan gusi.
7. Kondisi medis tertentu
Beberapa penyakit seperti Diabetes, gangguan pembekuan darah, atau infeksi gusi dapat meningkatkan risiko gusi berdarah, terutama saat tubuh mengalami dehidrasi.
Cara Mengatasi dan Mencegah Gusi Berdarah Saat Puasa
Agar masalah ini tidak mengganggu kenyamanan selama berpuasa, beberapa langkah berikut bisa dilakukan:
-
Memenuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka.
-
Menyikat gigi dengan teknik yang benar dan tidak terlalu keras.
-
Mengonsumsi makanan sehat yang kaya protein, buah, dan sayur.
-
Mengurangi makanan atau minuman yang bisa mengiritasi gusi seperti soda, gorengan, dan makanan pedas.
-
Menggunakan obat kumur bebas alkohol.
-
Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan.
Menjaga kesehatan mulut selama Ramadan tidak hanya membuat ibadah lebih nyaman, tetapi juga mencegah masalah gigi dan gusi yang lebih serius.
Pada umumnya, gusi berdarah dapat membaik dengan perawatan mulut yang baik dan pola makan sehat. Namun jika keluhan berlangsung lebih dari satu minggu atau disertai nyeri hebat, bengkak, atau perdarahan yang berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































