TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menjaga kebugaran tubuh saat mempersiapkan kehamilan memang penting. Namun, tidak semua jenis olahraga aman dilakukan saat program hamil. Aktivitas fisik yang terlalu berat atau berisiko cedera justru bisa mengganggu proses ovulasi dan menurunkan peluang kehamilan.
Ahli kesehatan menekankan pentingnya memilih olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh agar program hamil berjalan lancar.
“Olahraga memang bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan mengurangi stres, tapi beberapa jenis latihan justru berisiko memengaruhi hormon dan kesehatan organ reproduksi,” kata dokter spesialis kebidanan.
Jenis Olahraga yang Dilarang
Berdasarkan pantauan tim medis, ada beberapa jenis olahraga yang sebaiknya dihindari selama promil, antara lain:
- Angkat beban berat – Menimbulkan tekanan besar pada area perut dan panggul, berpotensi cedera pada otot dasar panggul dan mengganggu keseimbangan hormon.
- Lari jarak jauh – Bisa menimbulkan kelelahan dan dehidrasi berlebihan yang memengaruhi proses ovulasi.
- Bersepeda intens durasi panjang – Posisi duduk lama di sadel memberi tekanan pada panggul dan organ reproduksi.
- Lompat tali – Hentakan berulang berisiko cedera pada otot dan panggul.
- Yoga dengan gerakan ekstrem – Posisi inversi atau headstand dapat mengganggu aliran darah ke rahim.
- Mendaki gunung – Stamina tinggi, perubahan ketinggian, dan kelelahan fisik bisa menimbulkan stres pada tubuh.
- Scuba diving – Perubahan tekanan udara drastis meningkatkan risiko gangguan dekompresi dan memengaruhi organ reproduksi.
- Berkuda – Risiko jatuh dan benturan dapat berdampak pada panggul dan organ reproduksi.
- Basket – Kontak fisik, lompatan, dan gerakan tiba-tiba bisa menyebabkan cedera pada perut dan panggul.
Risiko Melakukan Olahraga Terlarang
Melakukan aktivitas yang tidak aman saat promil dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti:
- Cedera pada ovarium atau rahim
- Gangguan keseimbangan hormon yang berperan dalam ovulasi
- Stres dan kelelahan fisik berlebihan
- Perubahan siklus menstruasi
Tips Olahraga Aman Saat Program Hamil
Agar tetap aktif dan aman selama promil, pilih olahraga yang ringan, tidak melibatkan kontak fisik, dan mudah disesuaikan intensitasnya. Beberapa contohnya:
- Berjalan kaki santai
- Berenang ringan
- Yoga atau pilates dengan gerakan sederhana
- Bersepeda statis
Dokter menyarankan untuk selalu berkonsultasi sebelum memulai rutinitas baru, terutama bagi mereka dengan kondisi medis tertentu seperti PCOS atau endometriosis.
“Jika muncul nyeri hebat, perdarahan, pusing, atau sesak napas, hentikan aktivitas dan segera periksa ke dokter,” tambahnya.
Dengan memilih olahraga yang tepat dan menghindari latihan berisiko, peluang kehamilan dapat tetap terjaga, sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































