Melawan Penuaan dengan Hormon: Terobosan Baru dalam Perawatan Kulit dan Rambut

Penuaan adalah proses alami yang tak terhindarkan
ilustrasi Penuaan (ai)

TIMETODAY.ID Penuaan adalah proses alami yang tak terhindarkan, ditandai dengan munculnya kerutan dan rambut yang mulai memutih. Namun, sebuah studi terbaru dari Jerman membuka harapan baru bagi mereka yang ingin memperlambat tanda-tanda penuaan tersebut dengan memanfaatkan hormon tertentu.

Sejauh ini, berbagai perawatan antipenuaan telah mengandalkan hormon seperti retinol dan tretinoin dalam retinoid topikal, serta estrogen yang sering digunakan untuk mengatasi gejala menopause. Namun, penelitian terbaru mengidentifikasi lebih banyak hormon yang berpotensi menghambat penuaan kulit dan rambut.

Peran Hormon dalam Proses Penuaan

Advertisement

“Esai kami menyoroti hormon-hormon utama yang mengatur jalur-jalur penuaan kulit, seperti degradasi jaringan ikat (yang menyebabkan kerutan), kelangsungan hidup sel induk, dan hilangnya pigmen (yang menyebabkan rambut beruban),” ujar Markus Böhm, profesor dermatologi di Universitas Münster, seperti dikutip dari New York Post.

Tim peneliti meneliti beberapa hormon yang mempengaruhi penuaan kulit, termasuk faktor pertumbuhan mirip insulin-1, hormon pertumbuhan, estrogen, retinoid, dan melatonin. Böhm menekankan bahwa beberapa hormon ini memiliki sifat anti-penuaan yang menjanjikan dan berpotensi digunakan sebagai agen dalam pencegahan penuaan kulit.

Baca Juga :  Mitos Makanan Pemicu Jerawat: Fakta atau Hanya Spekulasi?

Melatonin: Senjata Baru Melawan Penuaan?

Dari semua hormon yang diteliti, melatonin muncul sebagai kandidat yang paling menjanjikan. Hormon ini tidak hanya berfungsi sebagai antioksidan, tetapi juga membantu mengatur produksi energi dalam sel. Selain itu, melatonin memiliki keunggulan lain: molekulnya kecil, terjangkau, dan dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh.

Tak hanya melatonin, para peneliti juga menemukan bahwa beberapa hormon lain dapat mempengaruhi penuaan kulit dan rambut, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi genetik tertentu. Beberapa di antaranya adalah hormon perangsang α-melanosit (yang mengontrol warna kulit), hormon dari sistem tiroid, oksitosin, dan endokannabinoid yang sering ditemukan dalam produk berbasis CBD.

Harapan Baru untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Seiring bertambahnya usia, kulit mengalami penuaan intrinsik—proses alami yang terjadi seiring waktu—dan penuaan ekstrinsik yang disebabkan oleh faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari, polusi udara, pola makan buruk, merokok, stres, dan kurang tidur. Studi ini menemukan bahwa hormon-hormon tertentu dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan, serta mempengaruhi pigmentasi rambut.

Baca Juga :  Unpak Bogor Cetak 839 Wisudawan dari Ahli Madya hingga Program Doktor

Penemuan ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Endocrine Reviews.

“Kulit bukan hanya target bagi berbagai hormon yang mengendalikan jalur penuaan kulit, tetapi juga merupakan tempat terbesar dan terkaya bagi produksi hormon selain kelenjar endokrin klasik,” kata Böhm.

Dengan temuan ini, para peneliti berharap bisa mengembangkan terapi baru berbasis hormon untuk memperlambat proses penuaan dan meningkatkan kesehatan kulit dan rambut. Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut, studi ini memberikan harapan bagi mereka yang ingin melawan tanda-tanda penuaan secara lebih efektif.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel