
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Thailand mulai mengambil langkah penghematan energi menyusul dampak konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Kebijakan tersebut diumumkan pada Selasa (10/3/2026) dan mencakup penerapan kerja dari rumah bagi pegawai negeri serta pembatasan jam operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memperkenalkan sejumlah kebijakan untuk menekan konsumsi energi di instansi pemerintah maupun perusahaan milik negara. Ketegangan di Timur Tengah dinilai memicu kenaikan harga bahan bakar sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan energi negara tersebut.
Wakil juru bicara pemerintah, Lalida Periswiwatana, menjelaskan bahwa pemerintah meminta lembaga negara segera menerapkan sistem kerja jarak jauh bagi pegawai yang tugasnya tidak berdampak langsung pada pelayanan publik.
“Perdana Menteri telah menginstruksikan instansi pemerintah dan perusahaan untuk mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah jika memungkinkan,” ujar Lalida, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (11/3/2026).
Selain itu, seluruh perjalanan dinas ke luar negeri yang dibiayai pemerintah juga untuk sementara dihentikan. Program pendidikan maupun magang yang sebelumnya direncanakan di luar negeri akan dialihkan ke dalam negeri.
Pemerintah Thailand juga tengah menyiapkan program penghematan energi yang lebih luas. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah pembatasan jam operasional SPBU, yang tidak lagi buka selama 24 jam. Ke depan, SPBU hanya akan beroperasi dari pukul 06.00 hingga 22.00 waktu setempat.
Menurut Lalida, konflik yang berlangsung di Timur Tengah membuat harga minyak dan energi global berfluktuasi tajam. Hal ini mendorong pemerintah menjadikan pengelolaan krisis energi sebagai prioritas utama.
“Timur Tengah merupakan salah satu pemasok energi terbesar dunia. Konflik yang terjadi membuat harga energi global sangat tidak stabil, sehingga pemerintah memprioritaskan penanganan ancaman krisis energi,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah Thailand juga sedang menelaah usulan dari kementerian energi untuk menerapkan langkah penghematan yang lebih ketat jika situasi krisis energi semakin memburuk.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































