Konflik Timur Tengah Memanas, Turki Sebut Strategi Iran ‘Sangat Salah’

Turki
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan. Foto: anadolu

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Turkey mengkritik keras serangan yang dilancarkan Iran terhadap sejumlah negara Arab. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyebut langkah Teheran sebagai “strategi yang sangat salah” dan berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Fidan saat berbicara kepada televisi pemerintah TRT Haber, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (4/3/2026).

“Pengeboman tanpa pandang bulu yang dilakukan Iran di semua tempat ini adalah strategi yang sangat salah,” kata Fidan.

Advertisement

Menurut Fidan, serangan membabi-buta terhadap negara-negara Arab yang menampung aset militer United States justru meningkatkan ketidakstabilan kawasan. Ia menilai strategi Teheran seolah ingin menyampaikan pesan:

“Jika saya tenggelam, saya akan menenggelamkan kawasan ini juga”.

Fidan memperingatkan bahwa negara-negara Arab yang menjadi sasaran mungkin tidak akan tinggal diam jika serangan terus berlanjut. Ia menyebut risiko meluasnya konflik sebagai hal yang sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga :  45 Jemaah Umrah India Tewas dalam Kecelakaan Bus di Madinah, Satu Orang Selamat

Harapan pada Kepemimpinan Baru Iran

Lebih lanjut, Fidan mengatakan kepemimpinan baru di Iran yang terpilih dan terbentuk nantinya dapat membuka peluang untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel.

Ia menekankan bahwa kompromi apa pun yang diperlukan akan lebih baik dibandingkan memperpanjang konflik.

Fidan juga berharap kepemimpinan baru Iran akan:

“menunjukkan kemauan” untuk mengakhiri konflik tersebut.

Eskalasi Serangan dan Korban

AS dan Israel sebelumnya melancarkan gelombang serangan terkoordinasi terhadap Iran sejak Sabtu (28/2). Dalam beberapa hari, pasukan kedua negara itu menyerang berbagai target di wilayah Iran, termasuk rudal, angkatan laut, serta lokasi komando dan kendali militer.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Siapkan Lahan 1 Hektare untuk Rusun Paspampres

Rentetan serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Laporan Iranian Red Crescent Society menyebut sedikitnya 787 orang tewas akibat serangan AS-Israel. Disebutkan pula bahwa lebih dari 1.000 serangan udara telah dilancarkan sejak Sabtu (28/2) waktu setempat, menghantam 153 kota dan lebih dari 500 lokasi di berbagai wilayah Iran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke target-target di Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Teheran mengklaim sedikitnya 560 tentara AS tewas atau luka-luka akibat serangan balasan tersebut. Namun pihak AS sejauh ini hanya mengonfirmasi empat tentaranya tewas.

Situasi ini menambah ketegangan di Timur Tengah, dengan sejumlah pihak internasional menyerukan deeskalasi untuk mencegah konflik meluas.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel