Sering Minum Obat Tidur? Waspadai Risiko Ketergantungan Jangka Panjang

obat tidur
ilustrasi obat tidur. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Banyak orang mengandalkan obat tidur untuk mengatasi insomnia atau kualitas tidur yang buruk. Sesekali digunakan memang diperbolehkan sesuai anjuran dokter. Namun, konsumsi jangka panjang berisiko menimbulkan ketergantungan. Lalu, kecanduan obat tidur apakah berbahaya? Jawabannya: ya, dan risikonya tidak bisa dianggap sepele.

Bagaimana Ketergantungan Terjadi?

Dilansir dari Addiction Center, salah satu faktor utama kecanduan obat tidur adalah durasi dan dosis konsumsi. Awalnya, obat digunakan untuk membantu tidur lebih nyenyak. Tetapi seiring waktu, tubuh dapat membangun toleransi sehingga membutuhkan dosis lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang sama.

Kondisi ini bisa berkembang menjadi ketergantungan fisik maupun psikologis.

Advertisement

Tanda-Tanda Kecanduan Obat Tidur

Menurut Addiction Help, beberapa gejala kecanduan obat tidur meliputi:

  • Membutuhkan dosis lebih tinggi agar bisa tertidur
  • Merasa bingung atau seperti terasing
  • Gangguan memori atau sering lupa
  • Mengalami gejala putus obat seperti insomnia parah atau perubahan suasana hati
  • Menarik diri dari keluarga dan teman
  • Berpindah-pindah dokter demi mendapatkan resep tambahan
  • Gagal saat mencoba berhenti mengonsumsi obat
Baca Juga :  Waspadai Tanda-Tanda Tubuh Kelebihan Hormon Stres, Kortisol

Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Efek Jangka Pendek dan Panjang

Mengutip UK Addiction Treatment Centres, dampak kecanduan obat tidur dapat dibedakan menjadi:

Efek Jangka Pendek

  • Kantuk berlebihan
  • Kebingungan
  • Gangguan koordinasi
  • Sulit berpikir jernih dan mengambil keputusan

Risiko akan meningkat jika obat dikonsumsi dalam dosis tinggi atau dikombinasikan dengan alkohol maupun obat lain.

Efek Jangka Panjang

  • Kerusakan hati
  • Gangguan pernapasan hingga gagal napas
  • Masalah jantung
  • Gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi
Baca Juga :  Studi Temukan Perempuan Butuh Tidur Lebih Lama, Ini Penyebabnya

Dalam kasus tertentu, penyalahgunaan obat tidur juga bisa meningkatkan risiko overdosis.

Gunakan dengan Bijak

Obat tidur bukan solusi jangka panjang untuk masalah tidur. Jika kamu mengalami insomnia kronis, pendekatan yang lebih aman seperti terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I), memperbaiki pola tidur, atau konsultasi ke dokter spesialis bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.

Jika sudah merasa bergantung pada obat tidur, jangan menghentikan konsumsi secara mendadak tanpa pengawasan medis karena dapat memicu gejala putus obat yang berat.

Intinya, kecanduan obat tidur memang berbahaya. Gunakan sesuai resep, dalam durasi terbatas, dan selalu konsultasikan dengan dokter agar kesehatan tetap terjaga.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel