
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Seorang mantan pekerja penitipan anak di Inggris dijatuhi hukuman 18 tahun penjara setelah terbukti melakukan puluhan tindak kejahatan seksual terhadap anak-anak serta menyimpan lebih dari 26 ribu foto tidak senonoh.
Vincent Chan (45) mengaku bersalah atas 56 pelanggaran seksual, termasuk lebih dari 30 kasus yang melibatkan anak-anak. Vonis dijatuhkan oleh hakim John Dodd KC pada Kamis (12/2/2026). Hakim menyebut tindakan Chan sebagai kejahatan yang sangat jahat, menyimpang, dan bejat, serta menunjukkan obsesi seksual mendalam terhadap anak-anak.
1. Aksi Dilakukan Saat Anak-anak Tidur Siang
Kejahatan Chan bermula pada 2011 ketika ia bekerja di sebuah sekolah dasar di Finchley, London utara. Ia mengaku pernah merekam bagian bawah rok siswi di ruang kelas.
Setelah itu, ia bekerja di pusat penitipan anak Bright Horizons di West Hampstead selama tujuh tahun hingga akhirnya diskors pada 2024 ketika kasusnya terungkap.
Chan diketahui menggunakan perangkat iPad milik fasilitas tersebut untuk merekam aksinya, termasuk saat anak-anak sedang tidur siang. Korban termuda dilaporkan berusia enam bulan.
Dilaporkan oleh Sky News, polisi menemukan sedikitnya 26 ribu foto tidak senonoh yang disimpan dalam folder berdasarkan nama korban. Dari jumlah tersebut, ratusan video dan lebih dari seribu foto masuk kategori paling serius menurut klasifikasi hukum Inggris.
Meski telah mengaku bersalah, Chan belum mengungkap motif perbuatannya. Polisi menyatakan ia bertindak seorang diri dan tidak menemukan bukti distribusi materi tersebut ke pihak lain.
2. Kejahatan Merusak Kepercayaan Orang Tua
Menurut laporan The Straits Times, jaksa Philip Stott menyampaikan bahwa tindakan Chan telah menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penitipan anak.
Keluarga para korban menyebut kejadian ini sebagai mimpi buruk bagi setiap orang tua. Mereka mengungkapkan bahwa kenangan masa kecil anak-anak mereka kini ternodai oleh kecemasan dan trauma yang mendalam.
Pihak Bright Horizons menyatakan tindakan tersebut bertentangan dengan nilai dan standar profesional mereka serta menyebutnya sebagai perbuatan keji dan licik.
3. Puluhan Keluarga Ajukan Gugatan Hukum
Sebanyak 50 keluarga bergabung dalam gugatan hukum terhadap Bright Horizons, difasilitasi oleh firma hukum Leigh Day.
Mereka menuding adanya pengabaian terhadap kekhawatiran yang sebelumnya pernah disampaikan terkait perlindungan anak. Firma hukum tersebut menyatakan beberapa orang tua mengaku pernah mendengar Chan berteriak atau mencaci anak-anak, namun keluhan itu tidak ditindaklanjuti secara serius.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan pemerintah tengah mempertimbangkan kebijakan pemasangan kamera keamanan wajib di pusat penitipan anak guna memperkuat sistem perlindungan anak di masa mendatang.
Kasus ini kembali memicu perdebatan mengenai standar keamanan dan pengawasan di lembaga penitipan anak. Otoritas terkait diharapkan dapat memperketat sistem perlindungan demi mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































