Kapal Feri Tenggelam di Negara Bagian Sungai Nil, 21 Orang Dilaporkan Tewas

Kapal Feri
Kapal feri tenggelam di negara bagian Sungai Nil, Sudan utara, menewaskan sedikitnya 21 orang. Operasi pencarian korban hilang masih terus berlangsung. ilustrasi kapal (unsplash.com/Paddy Pohlod)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Sebuah kapal feri penumpang dilaporkan tenggelam di negara bagian Sungai Nil, Sudan utara, pada Rabu (11/2/2026) malam. Sedikitnya 21 orang meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.

Dilansir dari Al Jazeera, Mayor Jenderal Polisi Qurashi Hussein, asisten direktur jenderal pertahanan sipil Sudan, menyebut kapal berbahan kayu itu membawa sekitar 30–35 penumpang saat berlayar antara desa Tayba al-Khawad dan Deim al-Qarai. Di antara penumpang terdapat perempuan, anak-anak, dan lansia.

Saksi mata mengatakan kapal terbalik akibat gelombang tinggi. Hingga kini, enam hingga tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara 21 jenazah telah ditemukan oleh tim penyelamat.

Advertisement

Operasi Pencarian Masih Berlangsung

Hussein mengungkapkan seluruh tim pertahanan sipil di negara bagian Sungai Nil telah dikerahkan untuk mencari korban yang masih hilang. Otoritas juga mengirimkan tim tambahan dari Khartoum untuk membantu proses evakuasi.

Baca Juga :  Sempat Terseret Arus Drainase, Bocah 10 Tahun di Bogor Ditemukan Meninggal

“Tim kami masih mencari jenazah korban tenggelam di Sungai Nil,” ujarnya.

Dewan Kedaulatan Sudan turut menyampaikan duka cita atas tragedi tersebut. Para korban yang meninggal dunia termasuk perempuan dan anak-anak.

Sorotan pada Standar Keselamatan

Dalam pernyataan di platform X, Jaringan Dokter Sudan menilai insiden ini menyoroti lemahnya standar keselamatan transportasi sungai di negara tersebut, termasuk minimnya persyaratan keselamatan dasar.

Mereka juga menyoroti lambatnya respons otoritas setempat dan tim pertahanan sipil pada jam-jam awal setelah kejadian, yang dinilai memperburuk dampak bencana. Kelompok tersebut mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan transportasi sungai agar tragedi serupa tidak terulang.

Baca Juga :  Dukung Rena-Teddy, Komunitas Anak Rantau Sumatera Gelar "Pos Ma Roham" di Bogor

Insiden Serupa Pernah Terjadi

Tragedi ini bukan yang pertama di wilayah tersebut. Pada 2018, sedikitnya 23 orang, sebagian besar anak-anak, tewas ketika perahu yang mereka tumpangi tenggelam di Sungai Nil saat dalam perjalanan menuju sekolah.

Menurut laporan BBC, perahu tradisional masih menjadi sarana transportasi umum untuk menyeberangi Sungai Nil, terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan jembatan.

Sudan sendiri telah dilanda konflik sejak April 2023, ketika pertempuran pecah antara militer Sudan dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Konflik tersebut menghancurkan berbagai wilayah, termasuk ibu kota Khartoum dan kawasan seperti Darfur, serta menyebabkan ratusan ribu korban jiwa dan jutaan warga mengungsi. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel