TIMETODAY.ID, JAKARTA — Harga minyak dunia berbalik menguat tajam setelah sempat terpuruk pada akhir pekan lalu. Kenaikan ini dipicu memanasnya kembali situasi di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, yang kembali ditutup di tengah saling tuding pelanggaran kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Data perdagangan menunjukkan harga minyak mentah Brent Crude melonjak US$ 6,11 atau 6,76% ke level US$ 96,49 per barel pada pukul 23.27 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga naik signifikan sebesar US$ 6,53 atau 7,79% menjadi US$ 90,38 per barel.
Kepala Riset MST Marquee, Saul Kavonic, menilai pasar saat ini bergerak liar mengikuti dinamika politik yang cepat berubah.
“Pasar minyak terus bergejolak sebagai respons terhadap pernyataan dan unggahan yang saling berubah dari AS dan Iran,” ujarnya.
Ketegangan meningkat setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026), hanya beberapa jam setelah sempat dibuka. Teheran menilai Washington melanggar komitmen dengan tetap melanjutkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.
Situasi makin memanas setelah militer AS dilaporkan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Di sisi lain, Iran menyatakan mundur dari rencana pembicaraan damai tahap berikutnya, meskipun Presiden AS Donald Trump disebut kembali melontarkan ancaman serangan udara.
Kavonic juga menyoroti bahwa pembukaan Selat Hormuz sebelumnya kemungkinan dilakukan terlalu cepat, tanpa jaminan keamanan yang memadai bagi pelaku industri pelayaran.
“Para pemilik kapal akan jauh lebih berhati-hati untuk kembali melintasi selat tanpa kepastian bahwa jalur tersebut benar-benar aman,” katanya.
Meski situasi memanas, aktivitas pelayaran sempat meningkat. Lebih dari 20 kapal tercatat melintasi Selat Hormuz pada Sabtu, membawa komoditas penting seperti minyak, gas cair, logam, hingga pupuk—angka tertinggi sejak awal Maret 2026.
Lonjakan harga ini menegaskan kembali betapa rentannya pasar energi global terhadap dinamika geopolitik, terutama di titik-titik krusial seperti Selat Hormuz yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































