TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi berbagi angpao, amplop merah berisi uang yang melambangkan rezeki, keberuntungan, dan doa baik. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh orang yang telah menikah atau orang tua kepada anak-anak maupun anggota keluarga yang lebih muda.
Selain menjadi simbol berbagi kebahagiaan, uang yang dimasukkan ke dalam angpao umumnya berupa uang baru. Hal ini dipercaya melambangkan awal yang bersih, penuh harapan, serta keberuntungan di tahun yang baru.
Namun, banyak orang kerap bertanya, berapa nominal angpao yang sebaiknya diberikan? Sebenarnya, tidak ada aturan baku. Besarnya angpao biasanya disesuaikan dengan usia penerima, kedekatan hubungan keluarga, hingga kemampuan finansial pemberi.
Menentukan Angpao Berdasarkan Usia
Usia penerima sering menjadi patokan dalam menentukan nominal angpao. Berikut kisaran umum yang sering dijadikan panduan:
- Bayi dan balita (0–3 tahun): sekitar Rp5.000–Rp20.000
- Anak-anak (4–11 tahun): sekitar Rp20.000–Rp50.000
- Remaja (12–17 tahun): sekitar Rp50.000–Rp150.000
- Dewasa muda (18–22 tahun): sekitar Rp150.000–Rp300.000
- Usia 23–29 tahun (sudah bekerja): sekitar Rp300.000–Rp500.000
- Di atas 30 tahun dan belum menikah: umumnya disesuaikan dengan kondisi, karena biasanya sudah mandiri secara finansial.
Menyesuaikan dengan Hubungan Keluarga
Selain usia, kedekatan hubungan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan isi angpao.
- Anak kandung: tidak memiliki batasan nominal tertentu. Orang tua biasanya menyesuaikan dengan kemampuan sekaligus menjadikan angpao sebagai sarana edukasi mengelola keuangan.
- Saudara kandung: bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan, misalnya mulai dari Rp300.000 atau lebih.
- Orang tua, mertua, serta kakek dan nenek: tidak menjadi kewajiban, namun sering diberikan sebagai bentuk rasa hormat dan kasih sayang. Nominalnya bisa berkisar Rp500.000 hingga Rp1.000.000, atau sesuai kemampuan.
Utamakan Kondisi Finansial
Hal terpenting dalam memberi angpao adalah menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Tradisi ini tidak seharusnya menjadi beban. Jika ingin lebih siap, dana angpao bisa direncanakan jauh hari dengan menyisihkan uang secara bertahap.
Pada akhirnya, esensi angpao bukan terletak pada besar kecilnya nominal, melainkan makna di baliknya. Tradisi ini menjadi simbol berbagi kebahagiaan, doa, dan harapan baik bagi orang-orang terdekat dalam menyambut tahun baru Imlek.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































