Tak Semua Tepung Sama, Ini Fungsi Masing-Masing yang Wajib Diketahui

Tepung
ilustrasi berbagai jenis Tepung. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Tepung menjadi salah satu bahan paling sering digunakan di dapur rumah. Mulai dari menggoreng, membuat kue, hingga mengentalkan saus, tepung seolah selalu jadi andalan. Namun, anggapan bahwa semua tepung bisa saling menggantikan ternyata keliru.

Setiap jenis tepung memiliki karakter yang berbeda. Ada yang menyerap cairan dengan cepat, ada yang membuat tekstur kenyal, renyah, hingga lembut. Kesalahan memilih tepung kerap berujung pada hasil masakan yang kurang maksimal, seperti gorengan cepat lembek, kue bantat, atau saus yang menggumpal.

Perbedaan ini terjadi karena bahan dasar dan kandungan tiap tepung tidak sama. Karena itu, memahami fungsi masing-masing jenis tepung penting agar hasil masakan sesuai harapan.

Advertisement

Berikut lima jenis tepung yang paling sering digunakan di dapur, lengkap dengan karakter dan kegunaannya.

1. Tepung Terigu

Tepung terigu adalah jenis tepung paling umum di dapur rumahan. Terbuat dari gandum, tepung ini mengandung gluten yang berperan penting dalam membentuk struktur adonan.

Kandungan gluten membuat adonan menjadi elastis dan mudah dibentuk. Inilah sebabnya tepung terigu banyak digunakan untuk aneka kue, roti, hingga gorengan. Namun, jika digunakan sendiri tanpa campuran tepung lain, hasil gorengan bisa terasa mudah melempem.

Baca Juga :  Bukan Tak Mendengar, Ini Alasan Kucing Sering Mengabaikan Panggilan Pemiliknya

Selain itu, tepung terigu memiliki beberapa jenis berdasarkan kadar protein. Pemilihan jenis yang tidak sesuai sering menjadi penyebab kue tidak mengembang sempurna atau teksturnya terlalu padat.

2. Tepung Beras

Tepung beras berasal dari beras yang digiling halus dan tidak mengandung gluten. Karakter inilah yang membuatnya menghasilkan tekstur kering dan renyah saat digoreng.

Tepung beras kerap digunakan sebagai campuran adonan gorengan agar hasilnya lebih kriuk dan tidak berminyak. Namun karena daya rekatnya rendah, tepung ini kurang cocok dijadikan bahan utama adonan yang membutuhkan elastisitas tinggi.

Di luar gorengan, tepung beras juga menjadi bahan penting dalam berbagai kue tradisional Indonesia, seperti serabi, nagasari, dan kue lapis, dengan tekstur khas yang ringan.

3. Tepung Tapioka

Berbeda dengan terigu dan beras, tepung tapioka terbuat dari pati singkong. Ciri utamanya adalah menghasilkan tekstur kenyal dan elastis.

Saat dimasak, tapioka akan berubah bening dan lengket. Tepung ini sering digunakan untuk menciptakan sensasi kriuk ringan sekaligus kenyal, terutama pada jajanan seperti cilok, cireng, pempek, dan bakso.

Baca Juga :  Alarm UNICEF, 188 Juta Anak Obesitas di Dunia, Kalahkan Angka Malnutrisi

Namun, penggunaan tapioka perlu diperhatikan. Jika takarannya berlebihan, makanan justru bisa menjadi keras setelah dingin.

4. Tepung Maizena

Tepung maizena berasal dari pati jagung dan memiliki tekstur sangat halus. Fungsi utamanya bukan sebagai pembentuk adonan, melainkan sebagai pengental.

Maizena sering digunakan untuk mengentalkan saus, sup, atau kuah agar tampak lebih kental dan mengilap. Karena cepat mengikat cairan, maizena sebaiknya dilarutkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke masakan panas agar tidak menggumpal.

Dalam dunia baking, maizena kerap dicampurkan ke adonan kue kering untuk menghasilkan tekstur yang lebih rapuh dan ringan.

5. Tepung Panir

Tepung panir atau tepung roti terbuat dari roti yang dikeringkan lalu dihancurkan. Teksturnya bervariasi, dari halus hingga kasar, tergantung kebutuhan.

Fungsi utama tepung panir adalah sebagai pelapis luar. Karakternya yang kering dan bertekstur mampu menghasilkan lapisan makanan yang renyah dan berwarna keemasan saat digoreng.

Tepung ini banyak digunakan pada nugget, kroket, risoles, hingga ayam goreng ala restoran. Biasanya, bahan terlebih dahulu dicelupkan ke adonan basah agar panir dapat menempel dengan sempurna.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel