Gerbang Tritangtu di Buana Jadi Ikon Revitalisasi Alun-Alun Tegar Beriman 

Revitalisasi alun-alun
Pengendara melintas di depan pagar proyek penataan Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (11/2/2026). Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran Rp10,7 miliar untuk revitalisasi alun-alun, taman area Kantor Bupati, dan Taman Masjid Baitul Faizin dengan masa pekerjaan 120 hari kalender. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menata Lapangan Tegar Beriman di Cibinong dengan anggaran Rp10,7 miliar. Proyek yang dikontrak selama 120 hari kalender ini mencakup revitalisasi alun-alun, taman area Kantor Bupati, dan Taman Masjid Baitul Faizin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengatakan, penataan alun-alun tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga penguatan identitas budaya daerah.

“Ikon utamanya adalah gerbang bergaya arsitektur Sunda yang diyakini terinspirasi dari peninggalan Kerajaan Pajajaran bernama Tritangtu di Buana,” ujar Yudi, Rabu (11/2/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Bupati Bogor Lepas Kirab Mahkota Binokasih, Simbol Persatuan dan Warisan Budaya Sunda

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tertuang dalam kontrak Nomor 000.3.3/70/SP-PEN.LAP.TCB/2026 yang ditandatangani 4 Februari 2026 sebagai bagian belanja modal taman tahun anggaran 2026.

Selain gerbang, kawasan tersebut akan dilengkapi Kereta Kencana dengan simbol Mahkota Binokasi di bagian atasnya. Mahkota ini akan diarak dalam kegiatan budaya Binokasi pada April 2026, seperti yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya.

Di bagian bawah gerbang tertera tulisan aksara Sunda kuno “ᮊᮥᮒ ᮅᮓᮚ ᮝᮀᮞ” atau “Kuta Udaya Wangsa” dalam transliterasi Latin, yang berarti “Pusat Kebangkitan Peradaban Bangsa”.

Baca Juga :  Ledakan Hebat di Pelabuhan Shahid Rajaee Iran, 281 Orang Terluka

Yudi menjelaskan, gerbang tersebut melambangkan pusat kebangkitan peradaban dan identitas budaya Bogor. Arsitektur bertingkatnya merepresentasikan konsep Tritangtu di Buana, yakni keseimbangan antara nilai spiritual, pemerintahan, dan kehidupan rakyat.

“Rongga di bagian tengah gerbang dimaknai sebagai simbol keterbukaan dan transparansi pemerintahan,” katanya.

Proyek revitalisasi ini ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan sejak penandatanganan kontrak.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel