Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Empat Orang, Termasuk Balita

Lebanon
ilustrasi jet tempur. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dentuman konflik kembali mengguncang wilayah Lebanon selatan. Dalam dua serangan terpisah yang dilancarkan militer Israel, empat orang dilaporkan tewas, termasuk seorang anak. Peristiwa ini memperpanjang daftar korban dalam ketegangan berkepanjangan antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Dilansir Al Arabiya dan Reuters, Selasa (10/2/2026), ketegangan tidak hanya terjadi melalui serangan udara. Dalam insiden lain, pasukan Israel juga melakukan operasi darat dengan menangkap seorang pejabat dari kelompok Sunni Lebanon, al-Jamaa al-Islamiya, saat penggerebekan pada Senin (9/2) waktu setempat.

Militer Israel menyebut pejabat tersebut sebagai “teroris senior” dan menyatakan bahwa ia telah dipindahkan ke Israel untuk menjalani interogasi.

Advertisement

Serangan yang terus berulang ini menjadi bagian dari rangkaian operasi militer Israel di Lebanon sejak konflik besar dengan Hizbullah pada 2024. Berdasarkan data sumber keamanan Lebanon, sekitar 400 orang dilaporkan tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.

Korban jiwa terbaru terjadi di desa Yanouh. Kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), mengutip Kementerian Kesehatan Lebanon, melaporkan bahwa tiga orang tewas akibat serangan udara Israel, termasuk seorang anak berusia tiga tahun.

Baca Juga :  Pejabat Israel Serukan Aksi ke Al Aqsa, Polisi Pertimbangkan Penolakan

Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan seorang anggota Hizbullah yang disebut sebagai kepala artileri kelompok tersebut di wilayah Yanouh.

Israel menilai sosok tersebut berperan dalam berbagai serangan terhadap wilayahnya selama konflik sebelumnya, sekaligus tengah berupaya memulihkan kekuatan artileri Hizbullah.

Militer Israel juga memberikan tanggapan terkait laporan korban sipil. Mereka menyatakan bahwa pihaknya “menyadari klaim bahwa warga sipil yang tidak terlibat telah tewas.”

Israel menegaskan bahwa operasi militer telah menggunakan amunisi presisi guna meminimalkan dampak terhadap warga sipil, sekaligus menyampaikan penyesalan atas jatuhnya korban non-kombatan. “Insiden tersebut sedang diselidiki,” ujar pernyataan militer Israel.

Korban lain dilaporkan jatuh di desa perbatasan Aita al-Shaab. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut seorang pria meninggal dunia akibat serangan yang sama, sebagaimana dilaporkan NNA.

Baca Juga :  Warga Bogor Jadi Korban Penganiayaan Oknum Matel, Ini Penyebabnya!

Sementara itu, Hizbullah menanggapi serangan tersebut dengan nada keras. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menilai kejadian itu sebagai “eskalasi berbahaya” dan bahkan disebut “menandakan awal fase baru agresi Israel.”

Ketegangan kedua pihak juga dipicu tuduhan saling melanggar kesepakatan damai. Israel menuduh Hizbullah berupaya membangun kembali kekuatan militer dengan mempersenjatai diri, yang dinilai melanggar perjanjian gencatan senjata.

Sebaliknya, Hizbullah menegaskan bahwa mereka tetap mematuhi kesepakatan tersebut, khususnya di wilayah Lebanon selatan.

Dalam perkembangan lain, penangkapan pejabat al-Jamaa al-Islamiya terjadi di desa Habbariyeh, dekat kota Hasbaiyaa, pada Senin dini hari. Kelompok tersebut diketahui pernah meluncurkan roket ke wilayah Israel selama konflik Gaza berlangsung.

Rangkaian peristiwa ini menandai situasi keamanan yang masih rapuh di kawasan perbatasan Israel-Lebanon, sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel