Kontroversi Masa Lalu, Mette-Marit Akui Penyesalan atas Persahabatan dengan Epstein

Mette-Marit
Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit. Foto: Corbis/Corbis via Getty

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Nama Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul dalam dokumen terkait terpidana kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein. Sorotan tersebut mendorong Mette-Marit menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada keluarga kerajaan maupun masyarakat Norwegia atas relasinya di masa lalu dengan Epstein.

Dalam pernyataannya, Mette-Marit mengakui penyesalan mendalam atas hubungan pertemanan yang pernah ia jalin dengan Epstein. Ia menegaskan bahwa langkah meminta maaf menjadi hal penting baginya sebagai bentuk tanggung jawab moral.

“Saya sangat menyesali persahabatan saya dengan Jeffrey Epstein. Penting bagi saya untuk meminta maaf kepada semua orang yang telah saya kecewakan,” kata Mette-Marit dilansir AFP, Jumat (6/2/2026).

Advertisement

Kemunculan nama Mette-Marit dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada pekan lalu memunculkan polemik baru di Norwegia. Dokumen tersebut memuat sejumlah interaksi yang menggambarkan kedekatan hubungan antara keduanya, sehingga memicu perdebatan publik mengenai masa depan Mette-Marit sebagai calon ratu Norwegia.

Baca Juga :  20 Jam Pencarian, Balita Terseret Arus Selokan Bojonggede Ditemukan Tak Bernyawa

Meski demikian, penyebutan nama seseorang dalam dokumen Epstein tidak otomatis menandakan keterlibatan dalam tindakan melawan hukum. Namun, isu tersebut tetap menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Dalam pernyataan lanjutannya, Mette-Marit juga mengungkapkan penyesalan terhadap dampak situasi tersebut bagi keluarga kerajaan.

“Saya juga menyesali situasi yang telah saya timbulkan pada keluarga kerajaan, terutama raja dan ratu,” kata Mette-Marit.

Jeffrey Epstein sendiri diketahui mengaku bersalah pada 2008 atas kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur. Ia meninggal dunia pada 2019 saat menunggu proses persidangan terkait dakwaan perdagangan seks yang lebih luas.

Dokumen yang dirilis turut memuat korespondensi antara Mette-Marit dan Epstein. Pada 2011, Mette-Marit sempat menuliskan bahwa ia telah menelusuri informasi mengenai Epstein melalui internet dan mengisyaratkan pandangan negatif terhadap rekam jejaknya. Setahun kemudian, percakapan keduanya kembali menjadi sorotan ketika Epstein mengabarkan keberadaannya di Paris, yang dibalas Mette-Marit dengan komentar bernada santai.

Baca Juga :  Indomie Rasa Soto Mie-Ayam Bawang Ditarik dari Pasaran, Ini Alasannya

Kontroversi ini berdampak pada persepsi publik terhadap peran Mette-Marit di masa depan. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan hampir setengah warga Norwegia menilai ia tidak seharusnya menjadi ratu, sementara kurang dari sepertiga responden masih memberikan dukungan.

Situasi tersebut juga menarik perhatian pemerintah Norwegia. Perdana Menteri Jonas Gahr Store mendorong Mette-Marit untuk memberikan penjelasan terkait komunikasi yang ia lakukan dengan Epstein antara 2011 hingga 2014, periode yang berlangsung lebih dari satu dekade setelah ia menikah dengan Putra Mahkota Haakon.

Kasus ini kembali menyoroti kompleksitas relasi figur publik dengan tokoh kontroversial, sekaligus menempatkan keluarga kerajaan Norwegia dalam sorotan tajam publik internasional.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel