Serangan AS-Israel ke Iran Memanas, Pakar Ingatkan Potensi Perang Dunia III

Israel
Asap tebal terlihat menyelimuti langit Teheran usai serangan Israel, Minggu (1/3/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat setelah operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Di tengah eskalasi tersebut, muncul pertanyaan: apakah konflik ini berpotensi menyeret dunia ke Perang Dunia III?

Pakar hubungan internasional, Teuku Rezasyah, menilai kemungkinan itu tidak bisa diabaikan. Menurutnya, skala dan aktor yang terlibat dalam konflik saat ini memiliki potensi memperluas dampak secara global.

“Secara teori, PD III dapat terwujud dengan tiba-tiba. Kesatu, semakin banyak aktor yang terlibat, langsung maupun tidak langsung dalam perang kali ini,” kata Rezasyah kepada wartawan, Rabu (3/3/2026).

Advertisement

Ia menegaskan bahwa dua aktor utama dalam konflik ini adalah Amerika Serikat dan Israel.

“Aktor utama sudah jelas, yakni Amerika Serikat dan Israel, yang menyerang Iran tanpa menghormati hukum internasional,” tambahnya.

Menurut Rezasyah, konflik tidak hanya melibatkan aktor utama. Negara-negara Timur Tengah yang memiliki perjanjian keamanan dengan AS maupun Israel juga berpotensi menjadi aktor pendamping. Sementara itu, aktor susulan bisa berasal dari negara-negara di luar kawasan yang memiliki kewajiban aliansi militer dengan Washington.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Ajak Warga Hadiri Open House Lebaran di Stadion Pakansari

“Ke dalam aktor susulan ini adalah mereka yang terhimpun dalam NATO, AUKUS, ANZUS, dan tidak terkecuali tetangga-tetangga RI di ASEAN yang memiliki basis AS disana,” katanya.

Ia juga menyoroti faktor ekonomi dan energi global sebagai variabel yang dapat mempercepat eskalasi. Terbakarnya ladang minyak di kawasan serta kendali Iran atas Selat Hormuz disebut berpotensi memperluas konflik.

“Potensi akan membesar dari hari ke hari, terlebih lagi dengan terbakarnya banyak ladang minyak di Timur Tengah, dan semakin kuatnya Iran mengendendalikan Selat Hormuz yang merupakan jalur utama energi dunia,” tambahnya.

Rezasyah menilai pemicu terbesar yang dapat mempercepat konflik global adalah insiden tak terduga pada instalasi strategis.

“PD III ini dapat semakin cepat terwujud, seandainya terjadi ledakan tidak sengaja di salah satu instalasi rahasia, yang dapat memicu serangan balik secara total,” ujarnya.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Tinjau Rencana Pembangunan Hutan Kota di Desa Tajur

Operasi Militer dan Dampaknya

Operasi militer skala besar dimulai pada Sabtu (28/2), ketika AS dan Israel menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, serta sistem pertahanan udara Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Rentetan ledakan juga mengguncang sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer AS pada hari yang sama. Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Kuwait melaporkan insiden ledakan menyusul serangan terhadap Iran.

Perkembangan situasi ini dinilai masih sangat dinamis. Dengan banyaknya aktor dan kepentingan strategis yang terlibat, para pengamat memperingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi meluas apabila tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel