
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah gemerlap Forum Ekonomi Dunia (WEF 2026) di Davos, Swiss, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan peringatan keras sekaligus harapan baru bagi Jalur Gaza. Saat seremoni penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian Gaza pada Kamis (22/1/2026), Trump menegaskan bahwa konflik berkepanjangan di wilayah itu kini berada di ambang akhir, asalkan semua pihak mematuhi rencana perdamaian yang telah disusun pemerintahannya.
Dalam pidato yang disampaikan di hadapan para pemimpin dunia, Trump secara tegas menuntut Hamas menyerahkan senjata mereka. “Jika kewajiban itu tidak dipenuhi, maka itu berarti akhir bagi Hamas,” tegasnya. Pernyataan itu menandai sikap tegas AS dalam mendorong demiliterisasi Jalur Gaza dan mengupayakan stabilitas jangka panjang melalui pemerintahan yang layak dan bertanggung jawab.
Trump juga menekankan bahwa pemulihan Gaza akan dilakukan secara bertahap. Proses rekonstruksi tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur yang hancur akibat perang, tetapi juga membangun pemerintahan sipil yang kuat agar konflik serupa tidak kembali terjadi.
“Dan tentu saja, perang di Gaza benar-benar akan segera berakhir,” ucap Trump, mengingat tragedi yang telah menewaskan lebih dari 71.000 orang.
Penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian Gaza menandai fase kedua gencatan senjata. Sebelumnya, tahap pertama penghentian permusuhan berlaku sejak 10 Oktober 2025, meskipun serangan militer Israel masih terjadi di tengah masa gencatan.
Trump menegaskan bahwa keberlangsungan perdamaian di Gaza tidak hanya bergantung pada keamanan, tetapi juga pada pembangunan ekonomi dan sipil. “Wilayah tersebut ke depan akan dikelola oleh pemerintahan yang layak dan bertanggung jawab demi menjamin stabilitas jangka panjang,” katanya.
Piagam yang ditandatangani ini menjadi simbol komitmen internasional untuk menghentikan konflik yang telah melanda Gaza selama bertahun-tahun, sekaligus membuka harapan baru bagi warga sipil yang terdampak perang.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































