
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Untuk pertama kalinya dalam hampir setengah abad, Jepang akan kembali tanpa giant panda. Kepulangan ini disebut dipicu oleh ketegangan diplomatik antara Jepang dan China. Dua panda terakhir yang tersisa di Jepang, Xiao Xiao dan Lei Lei, dijadwalkan pulang ke China pada 27 Januari 2026, lebih cepat dari rencana awal.
Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (23/1/2026), kepulangan panda kembar berusia empat tahun ini terasa emosional, terutama bagi warga Tokyo. Kedua panda ini lahir di Kebun Binatang Ueno dan tumbuh besar di hadapan publik Jepang.
Seperti giant panda lain yang berada di luar negeri, Xiao Xiao dan Lei Lei berstatus pinjaman dari China dan memang seharusnya kembali ke negara asal mereka.
China pertama kali mengirim panda ke Jepang pada 1972, bersamaan dengan normalisasi hubungan diplomatik kedua negara.
Sejak saat itu, panda bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga simbol persahabatan antara Beijing dan Tokyo. Awalnya, Xiao Xiao dan Lei Lei dijadwalkan kembali ke China pada Februari.
Namun pada 15 Desember 2025, Pemerintah Tokyo mengumumkan kepulangan mereka dipercepat ke akhir Januari—pengumuman yang langsung menyedot perhatian publik.
Menurut laporan NHK, kebun binatang dipadati pengunjung bahkan sebelum pintu dibuka. Dalam beberapa hari berikutnya, Asahi Shimbun mencatat antrean pengunjung bisa mencapai enam jam hanya untuk melihat panda untuk terakhir kalinya.
Setelah kembali ke China, Xiao Xiao dan Lei Lei akan menjalani masa karantina sebelum ditempatkan di pusat konservasi panda di Provinsi Sichuan.
Pemerintah Tokyo disebut telah berupaya membicarakan kemungkinan mendatangkan panda baru dari China, namun hingga kini belum ada titik terang. Hubungan kedua negara yang tengah tegang membuat peluang itu kian samar.
Orang tua Xiao Xiao dan Lei Lei, Shin Shin dan Ri Ri, lebih dulu dipulangkan pada 2024 setelah dipinjamkan sejak 2011.
Kakak mereka, Xiang Xiang, yang lahir pada 2017, juga telah kembali ke China pada 2023. Selain itu, empat panda lain di sebuah taman margasatwa di Jepang dijadwalkan menyusul pulang pada Juni mendatang.
Selama puluhan tahun, panda raksasa telah menjadi bagian dari kehidupan publik Jepang. Total 30 panda pernah tinggal di negara itu sejak 1972, dan Jepang pernah menampung sembilan panda sekaligus, jumlah terbanyak di luar China.
Namun, sejarah menunjukkan bahwa diplomasi panda kerap bergerak seiring suhu politik. Hubungan China-Jepang kembali memanas setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di parlemen pada 7 November 2025.
Ketegangan semacam ini bukan kali pertama memengaruhi nasib panda. Pada 2012, rencana pengiriman panda ke Kota Sendai dibatalkan akibat sengketa Kepulauan Diaoyu atau Senkaku.
Fenomena serupa juga pernah terjadi antara China dan Amerika Serikat. Meski begitu, ‘diplomasi panda’ belum sepenuhnya berakhir. Pada Oktober 2024, dua panda dikirim ke Kebun Binatang Nasional Smithsonian Institution di Washington sebagai pinjaman 10 tahun.
Bagi Tokyo, kepulangan Xiao Xiao dan Lei Lei bukan sekadar perpisahan dengan dua hewan yang menggemaskan. Ini adalah penanda akhir era panda sebagai ikon persahabatan publik di Jepang, setidaknya untuk sementara waktu.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































