Dari Depresi hingga ADHD, Menkes Ungkap Realitas Kesehatan Jiwa di RI

Menkes
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Dok. Kemenkes

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti fakta yang cukup mengejutkan: sedikitnya 28 juta dari 287 juta penduduk Indonesia berpotensi mengalami masalah kesehatan jiwa. Pernyataan ini langsung menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

“WHO bilang, masalah kejiwaan itu 1 dari 8 sampai 1 dari 10 penduduk. Jadi, kalau Indonesia 280 juta, ya, minimal 28 juta tuh punya masalah kejiwaan,” ujar Menkes Budi saat ditemui di Gedung Parlemen RI.

Menurutnya, gangguan kejiwaan yang banyak dialami masyarakat beragam, mulai dari depresi, gangguan kecemasan (anxiety disorder), hingga kondisi yang lebih berat seperti skizofrenia dan ADHD.

Advertisement
Baca Juga :  Oat, Si “Superfood” yang Bikin Sarapan Lebih Sehat dan Tubuh Lebih Bertenaga

“Masalah kejiwaannya, bisa depresi, anxiety disorder, atau yang lebih berat ada skizofrenia, ada ADHD, ada penyakit-penyakit jiwa tuh ada banyak juga,” tambah Menkes.

Budi Gunadi menjelaskan, program skrining kesehatan jiwa melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan angka yang masih relatif rendah dibandingkan perkiraan sebenarnya.

“Nah, kami screen hasilnya seperti ini, ya. Dari yang kami screen masih rendah sekali. Jadi, masih rendah sekali, angkanya masih di sekitar 5, di bawah 1 persen untuk dewasa dan anak-anak 5 persen. Ya, tapi dengan skrining ini kami sudah tahu,” katanya.

Data Kemenkes per 1 Januari 2026 mencatat, lebih dari 27 juta penduduk Indonesia telah mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa. Hasilnya menunjukkan gejala depresi dan kecemasan lebih tinggi di kalangan anak-anak dan remaja dibandingkan kelompok dewasa maupun lansia.

Baca Juga :  Rekomendasi Minuman Segar dan Sehat Saat Cuaca Terik

Pada kelompok anak usia sekolah dan remaja, 4,8 persen atau sekitar 363.326 orang terdeteksi mengalami gejala depresi, sementara 4,4 persen atau 338.316 orang menunjukkan gejala kecemasan. Di sisi lain, kelompok dewasa dan lansia mencatat gejala depresi 0,9 persen (174.579 orang) dan gejala kecemasan 0,8 persen (153.903 orang).

Menanggapi temuan ini, Kemenkes kini tengah menyusun tata laksana pelayanan kesehatan jiwa, termasuk bagi pasien yang memerlukan pengobatan maupun layanan psikologis.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel