TIMETODAY.ID, JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan Rabu (21/1/2026), mata uang Paman Sam menguat ke level 16.900-an, menandai tren pelemahan rupiah yang terus berlangsung.
Mengutip data Bloomberg, dolar AS naik 3 poin atau 0,02% ke level Rp 16.959. “Pada pembukaan perdagangan, dolar AS sempat berada di level 16.955,” kata laporan tersebut.
Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (20/1), nilai tukar dolar AS ditutup di level Rp 16.956. Analis memperkirakan pergerakan dolar hari ini akan berada dalam rentang Rp 16.953 hingga Rp 16.965, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi.
Tak hanya terhadap rupiah, dolar AS juga bergerak variatif terhadap mata uang global lainnya.
Dolar menguat 0,03% terhadap euro, naik 0,09% lawan pound sterling, dan bertambah 0,06% terhadap dolar Australia. Sebaliknya, dolar AS melemah 0,09% terhadap yen Jepang dan 0,07% terhadap dolar Kanada, sementara tetap stagnan terhadap Swiss franc.
Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar yang tengah menantikan langkah-langkah kebijakan moneter global dan dampaknya pada rupiah.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































