Serangan Teror di Nigeria: Dua Gereja Diserbu, Ratusan Jemaat Diculik

gereja
Ilustrasi kriminal. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Minggu lalu, ketenangan ibadah di dua gereja di negara bagian Kaduna, Nigeria utara, berubah menjadi malam penuh ketakutan. Sekelompok pria bersenjata menyerbu kedua gereja tersebut dan menculik ratusan jemaat yang tengah mengikuti misa.

Menurut AFP, Selasa (20/1/2026), penculikan massal oleh kelompok bandit bukan hal baru di Nigeria. Terutama di wilayah utara dan tengah negara yang terpadat di Afrika itu, bandit kerap menculik warga untuk tebusan sekaligus merampok desa-desa.

Serangan terbaru ini menambah panjang daftar gelombang penculikan yang menargetkan umat Kristen maupun Muslim.

Advertisement

Pendeta Joseph Hayab, Kepala Asosiasi Kristen Nigeria untuk wilayah utara, menggambarkan situasi mencekam saat penyerbuan.

“Para penyerang datang dalam jumlah besar dan memblokir pintu masuk gereja dan memaksa para jemaat keluar ke semak-semak,” kata Hayab, Senin (19/1/2026).

Baca Juga :  Viral! Pria Israel Usir Wanita Kristen yang Berkhotbah di Jalanan Yerusalem

Ia menambahkan jumlah korban yang diculik sebenarnya mencapai 172 orang, tetapi sembilan orang berhasil melarikan diri.

“Jumlah sebenarnya yang mereka culik adalah 172, tetapi sembilan orang berhasil melarikan diri, jadi 163 orang masih bersama mereka,” tambah Hayab.

Sebuah laporan keamanan PBB yang dikutip AFP juga menegaskan bahwa lebih dari 100 orang telah diculik, menunjukkan risiko serangan lanjutan di daerah terpencil di negara bagian tersebut.

Penyerangan terjadi saat misa berlangsung di desa Kurmin Wali, distrik Kajuru, kawasan yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.

Nigeria, yang terbagi antara wilayah selatan mayoritas Kristen dan wilayah utara mayoritas Muslim, menjadi rumah bagi berbagai konflik yang kerap merenggut nyawa baik umat Kristen maupun Muslim, tanpa pandang agama.

Baca Juga :  Hery Antasari dan Visi Kota Masa Depan, Inspirasi dari Ibu Kota Nusantara

Kasus penculikan massal bahkan sebelumnya menimpa sekolah Katolik di negara bagian Niger pada November lalu, di mana lebih dari 300 siswa dan guru disandera sebelum akhirnya dibebaskan beberapa minggu kemudian.

Situasi ini juga menjadi perhatian internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah menyoroti ketidakamanan di Nigeria, khususnya terkait pembunuhan umat Kristen, dan memberikan tekanan diplomatik kepada pemerintah Abuja.

Pada akhir Desember, AS melancarkan serangan terhadap kelompok militan yang terkait dengan Negara Islam di negara bagian Sokoto, barat laut Nigeria.

Kekerasan bersenjata seperti ini menunjukkan tantangan besar bagi pemerintah Nigeria dalam menjamin keamanan warganya, terutama bagi komunitas yang menjalani kehidupan beragama di daerah terpencil.

Ratusan jemaat yang diculik kini menunggu langkah selanjutnya dari otoritas setempat dan komunitas internasional.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel