TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman, yang didukung Arab Saudi, telah menerima pengunduran diri Perdana Menteri Salem bin Breik dan menunjuk Menteri Luar Negeri Shaya Mohsen Zindani sebagai perdana menteri baru, menurut laporan kantor berita negara Saba pada Kamis (15/1/2026).
“Bin Breik secara resmi mengajukan pengunduran diri yang disetujui oleh dewan, sebelum Zindani ditunjuk untuk membentuk kabinet berikutnya,” tulis Saba sebagaimana dikutip Reuters.
Langkah ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Yaman antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Kelompok separatis yang didukung UEA, Dewan Transisi Selatan, telah menguasai wilayah di Yaman selatan dan timur pada Desember lalu, mendekati perbatasan Saudi, yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional kerajaan. Sejak itu, pasukan yang didukung Saudi sebagian besar telah merebut kembali wilayah tersebut.
Perbedaan pandangan antara Arab Saudi dan UEA juga muncul dalam isu geopolitik dan produksi minyak, yang turut menambah gesekan di kawasan. Kedua negara Teluk ini sebelumnya bekerja sama dalam koalisi melawan Houthi yang didukung Iran dalam perang saudara di Yaman, yang telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Penunjukan Zindani diharapkan membawa stabilitas baru di pemerintahan Yaman dan melanjutkan koordinasi dengan koalisi internasional di tengah situasi keamanan dan politik yang masih rapuh.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































