TIMETODAY.ID, JAKARTA — Puluhan kapal kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla kembali bergerak menjalankan misi menuju Gaza, berupaya menembus blokade yang diberlakukan Israel. Armada ini memulai pelayaran dari Barcelona pada Minggu (12/4/2026), membawa semangat solidaritas dari berbagai penjuru dunia.
Namun, langkah awal mereka harus tertahan. Cuaca buruk di perairan membuat konvoi kapal belum bisa melanjutkan perjalanan ke laut lepas demi alasan keselamatan.
Koordinator GSF, Thiago Avila, menyebut pelayaran tetap dilakukan secara bertahap dan fleksibel, mengikuti kondisi alam yang tidak menentu.
“Kami sudah meninggalkan pelabuhan, tetapi untuk saat ini belum bisa masuk ke perairan internasional karena kondisi tidak memungkinkan untuk pelayaran yang aman,” ujarnya dalam wawancara dengan media setempat.
Ia menegaskan, misi menuju Gaza akan dijalankan dalam beberapa tahap. Jika diperlukan, kapal-kapal akan berhenti sementara hingga cuaca membaik sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Kami akan terus bergerak menuju Gaza, tetapi mungkin harus berhenti di beberapa titik untuk menunggu kondisi yang lebih aman,” tambahnya.
Global Sumud Flotilla dibentuk sebagai upaya kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan ke Gaza sekaligus menarik perhatian dunia terhadap situasi di wilayah tersebut. Misi tahun ini menjadi yang terbesar, dengan sekitar 70 kapal dan hampir 1.000 relawan dari lebih dari 70 negara yang turut ambil bagian.
Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan misi sebelumnya pada 2025, menandakan semakin besarnya dukungan internasional terhadap upaya kemanusiaan di kawasan tersebut, meski tantangan di laut dan dinamika geopolitik masih membayangi perjalanan mereka.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































