Angka Pernikahan di Indonesia Merosot Tajam, Trauma dan Pertimbangan Jadi Pemicu

Angka Pernikahan
Ilustrasi pernikahan. Foto : freepik.com/Queenmoonlite Studio.

TIMETODAY.ID, BOGOR Angka pernikahan di Indonesia menunjukkan tren penurunan signifikan dalam tujuh tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penurunan tersebut berlangsung sejak 2018 hingga 2024.

Pada 2018, jumlah pernikahan tercatat mencapai 2.016.171. Angka tersebut menurun pada 2019 menjadi 1.968.978. Tren penurunan berlanjut pada 2020 dengan jumlah pernikahan sebesar 1.780.346.

Setelah sempat mengalami fluktuasi, angka pernikahan kembali merosot pada 2023 menjadi 1.577.255. Data terbaru BPS menunjukkan, pada 2024 jumlah pernikahan di Indonesia hanya mencapai 1.478.302.

Advertisement
Baca Juga :  Prabowo Siapkan Kenaikan Gaji ASN, TNI/Polri, dan Pejabat Negara

Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Tim Penggerak PKK Pusat, Yane Ardian, menilai penurunan angka pernikahan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya biaya menikah.

Menurut Yane, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk menunda atau bahkan tidak melangsungkan pernikahan. Salah satunya adalah semakin banyaknya pertimbangan yang harus diambil sebelum memutuskan untuk menikah.

“Selain itu, ada faktor trauma primer dan sekunder. Pengalaman pahit seseorang, baik yang dialami langsung maupun yang disaksikan orang lain, membuat banyak orang menjadi takut untuk menikah,” beber Yane.

Baca Juga :  Pimpin Ratas di Aceh, Prabowo Ingatkan Pejabat Jangan Cari Untung Saat Bencana

Ia menambahkan, maraknya pemberitaan mengenai perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di media sosial turut memperkuat kekhawatiran tersebut.

Alumni lulusan Program Doktor Ilmu Keluarga IPB University juga menyoroti fenomena kohabitasi atau hidup bersama tanpa ikatan pernikahan yang semakin banyak ditemui di masyarakat sebagai salah satu faktor penyebab turunnya angka pernikahan.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel