TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran mencapai Rp70 miliar untuk membangun dua jembatan strategis yang akan menyempurnakan konektivitas kawasan Bojonggede-Kemang (Bomang) hingga Tegar Beriman. Pembangunan infrastruktur ini menjadi salah satu prioritas utama Bupati Bogor, Rudy Susmanto dalam upaya meningkatkan aksesibilitas transportasi di wilayah selatan Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam merealisasikan proyek tersebut.
“Tahun 2026, Bupati menargetkan pembangunan Jembatan Situ Nanggerang dengan alokasi anggaran sekitar Rp60 miliar,” ujarnya saat ditemui wartawan, Jumat (9/1/2026).
Jembatan Situ Nanggerang yang akan dibangun memiliki panjang 40 meter. Keberadaannya dinilai krusial sebagai penghubung vital dalam jaringan transportasi regional yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.
Selain Jembatan Situ Nanggerang, Pemkab Bogor juga akan membangun kembali Jembatan Pesanggerahan sepanjang 30 meter. Proyek jembatan ini sebelumnya pernah dikerjakan namun tidak tuntas akibat permasalahan kualitas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
“Dulu kami sempat melakukan blacklist terhadap kontraktor karena gelagar dan lantai jembatan tidak sesuai spesifikasi. Pembayaran tidak kami lakukan,” ungkap Suryanto.
Untuk pembangunan ulang Jembatan Pesanggerahan, pemerintah daerah menganggarkan sekitar Rp10 miliar.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana, memaparkan visi besar di balik proyek infrastruktur ini. Seluruh rangkaian pembangunan ditargetkan rampung pada 2027 untuk menciptakan konektivitas menyeluruh dari Ciseeng hingga jalur Tegar Beriman.
“Bupati menginginkan semua proyek tuntas di tahun 2027 agar seluruh jalur dapat terkoneksi, mulai dari simpang di Ciseeng sampai dengan jalur Tegar Beriman,” kata Gantara.
Proyek konektivitas ini diharapkan membawa dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat, khususnya dalam memangkas waktu tempuh perjalanan. Proyeksi optimistis disampaikan Gantara terkait efisiensi waktu perjalanan antara Parung dan Cibinong.
“Parung ke Cibinong, mudah-mudahan di tahun 2027 bisa optimal, hanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit,” ujarnya.
Pemangkasan waktu tempuh ini tentu akan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari efisiensi biaya transportasi hingga peningkatan produktivitas masyarakat.
Untuk merealisasikan target tersebut, sejumlah tahapan pelaksanaan telah dirancang sepanjang tahun 2026. Gantara merinci beberapa pekerjaan utama yang akan dilakukan tahun ini.
“Yang 2026 ini direncanakan segera dikerjakan untuk pelelangan Jembatan Situ Nanggerang, penyelesaian jalur lambat, serta pembangunan Jembatan Pesanggerahan,” terangnya.
Pekerjaan fisik Jembatan Situ Nanggerang dijadwalkan dimulai setelah proses tender selesai. Target pelaksanaan konstruksi direncanakan berlangsung dari April hingga November 2026, memberikan waktu delapan bulan untuk menyelesaikan pembangunan jembatan sepanjang 40 meter tersebut.
Gantara mengakui bahwa keberhasilan proyek sangat bergantung pada berbagai faktor eksternal.
“Mudah-mudahan sampai November atau Desember bisa selesai. Itu harapan kami, semoga lancar, tidak ada permasalahan, cuaca mendukung, dan kondisi lapangan aman,” pungkasnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































