
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Film horor identik dengan teriakan, kejutan mendadak, dan ketegangan yang memacu adrenalin. Namun, Malam 3 Yasinan produksi Helroad Films dan Alkimia Production menawarkan pendekatan berbeda. Film ini memadukan horor dengan drama keluarga, menghadirkan teror yang dibangun perlahan lewat konflik dan rahasia masa lalu.
Bagi kamu yang masih ragu untuk menonton, ulasan singkat berikut bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum datang ke bioskop.
Sinopsis: Teror di Balik Rumah Keluarga Djoyodiredjo
Cerita berpusat pada keluarga Djoyodiredjo yang tinggal di sebuah rumah megah. Opa Hendra hidup bersama dua anaknya, Lily dan Ari, yang masing-masing telah berkeluarga. Masalah mulai rumit ketika Ari diketahui memiliki dua istri, Lana dan Layla, yang diam-diam bersaing memperebutkan warisan.
Situasi semakin mencekam saat Samira mendengar kabar kematian mendadak saudari kembarnya, Sara. Kepulangannya ke rumah keluarga justru membuka tabir rahasia kelam yang selama ini tersimpan. Pada malam yasinan pertama, teror mulai muncul dan perlahan menyeret seluruh anggota keluarga ke dalam lingkaran misteri yang mengerikan.
Akting Pemain: Ada yang Menonjol, Ada yang Kurang Menggigit
Dari sisi akting, performa para pemain terasa tidak sepenuhnya merata. Beberapa karakter justru tampil terlalu datar di momen yang seharusnya penuh emosi atau kepanikan. Adegan sedih pun kadang terasa kurang menyentuh karena ekspresi yang minim.
Di sisi lain, Wulan Guritno tampil cukup konsisten dan menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Interaksinya dengan Shalom Razade juga menjadi sorotan tersendiri. Dialog-dialog keduanya terasa hidup dan sesekali memberi warna di tengah suasana film yang gelap.
Drama Lebih Kuat dari Horor
Malam 3 Yasinan sebenarnya memulai cerita dengan konflik keluarga yang menjanjikan. Isu warisan, hubungan antarkeluarga, dan rahasia masa lalu berhasil membangun rasa penasaran sejak awal.
Namun, untuk ukuran film horor, unsur seramnya terasa kurang menekan. Beberapa kejadian mudah ditebak dan lebih mengarah ke thriller ringan ketimbang horor yang benar-benar membuat jantung berdebar. Dialog yang berlebihan di beberapa bagian juga sedikit mengurangi dampak emosional cerita.
Klimaks yang Terasa Kurang Menghentak
Film ini memiliki build up yang cukup rapi dan membuat penonton menunggu momen puncak. Sayangnya, penantian tersebut terasa terlalu panjang, sehingga klimaks yang dihadirkan tidak sepenuhnya memberi efek kejutan yang kuat.
Secara keseluruhan, Malam 3 Yasinan lebih pas dinikmati sebagai drama keluarga bernuansa misteri ketimbang film horor penuh teror. Cocok bagi penonton yang menyukai cerita konflik keluarga dengan sentuhan gelap, tapi tidak terlalu mengharapkan horor ekstrem.
Malam 3 Yasinan tayang di bioskop mulai 8 Januari 2026. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































