Dukungan Mossad untuk Demonstran Iran Tambah Ketegangan Regional

Mossad
Dukungan Mossad untuk Demonstran Iran Tambah Ketegangan Regional. Foto/X @Vahid

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Badan intelijen Israel, Mossad, mengeluarkan seruan langsung kepada para demonstran di Iran agar melanjutkan aksi protes mereka yang kini menyebar ke berbagai kota, termasuk ibu kota Teheran. Mossad menyatakan dukungannya, tidak hanya dari jauh, tetapi juga “di lapangan”.

“Turunlah ke jalan bersama-sama. Waktunya telah tiba. Kami bersama kalian,” tulis Mossad dalam unggahan di akun X berbahasa Persia.

“Bukan hanya dari kejauhan atau melalui kata-kata. Kami juga bersama Anda di lapangan,” lanjut badan mata-mata itu, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (1/1/2026).

Advertisement

Protes yang dimulai pada Minggu lalu ini berawal dari pengunjuk rasa pemilik toko di Teheran yang menolak memburuknya kondisi ekonomi Iran. Sejak itu, protes merembet ke kota-kota lain dan melibatkan mahasiswa. Salah satu pemicu utama adalah jatuhnya nilai tukar rial Iran terhadap dolar AS dan mata uang global lainnya, yang memicu kenaikan harga impor dan merugikan pedagang ritel.

Baca Juga :  Rudy Susmanto-Jaro Ade Berencana Bangun Balai Kesejahteraan Sosial untuk PSK dan Disabilitas

Seruan Mossad muncul setelah beberapa hari lalu terjadi pembicaraan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Trump sempat memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan baru jika kembali membangun program nuklir atau rudal balistiknya.

Israel dan Iran, musuh bebuyutan di Timur Tengah, sebelumnya terlibat konflik bersenjata pada Juni 2025. Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas nuklir dan daerah pemukiman Iran dengan tujuan melumpuhkan kemampuan atom dan rudal balistik Republik Islam. Iran merespons dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel, hingga Amerika Serikat ikut bergabung menargetkan situs nuklir Iran sebelum akhirnya tercapai gencatan senjata.

Baca Juga :  Pemkot dan Yayasan Buddha Tzu Chi Kolaborasi Perbaiki 250 Rumah Tidak Layak Huni

Sejak lama, Iran menuduh Israel melakukan operasi sabotase terhadap fasilitas nuklirnya dan menyingkirkan ilmuwan-ilmuwannya. Dalam dua tahun terakhir, Iran juga aktif mendukung kelompok militan di kawasan Timur Tengah, termasuk Hizbullah Lebanon dan Hamas, yang keduanya terlibat perang besar dengan Israel.

Salah satu insiden terbaru adalah pembunuhan mantan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran pada Juli 2024, yang dikaitkan dengan operasi Israel.

Dukungan Mossad kepada demonstran di tengah gejolak ekonomi ini menambah ketegangan regional yang sudah berlangsung bertahun-tahun, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai dampak langsungnya terhadap stabilitas internal Iran.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel