Hampir 1.800 Kejadian Bencana Melanda Kabupaten Bogor Sepanjang 2025

bencana
ILUSTRASI : Tim BPBD Kab Bogor mengevakuasi warga dan melalukan pembersihan pasca banjir. Foto : Dok. BPBD Kabupaten Bogor

TIMETODAY.ID, BOGOR – Kabupaten Bogor kembali menghadapi tahun yang berat dalam kebencanaan. Sepanjang 2025, wilayah berpenduduk lebih dari lima juta jiwa ini mencatat tidak kurang dari 1.785 kejadian bencana yang tersebar di 40 kecamatan. Angka ini menjadi catatan tersendiri bagi upaya mitigasi dan kesiapsiagaan di salah satu kabupaten terpadat di Jawa Barat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengungkapkan bahwa rangkaian bencana tersebut meliputi delapan jenis kejadian. Tanah longsor, banjir, kebakaran hutan, pergerakan tanah, dan gempa bumi menjadi ancaman yang berulang kali menghantam wilayah administratif terluas di Provinsi Jawa Barat ini.

“Hingga Desember 2025, cukup banyak 1.785 kejadian itu ada di 40 kecamatan,” ujar Ade Hasrat, Selasa (30/12/2025).

Advertisement

“Dengan delapan jenis, dari mulai tanah longsor, banjir, kebakaran hutan, pergerakan tanah, gempa bumi dan bencana alam lainnya,” sambungnya.

Dampak bencana tidak hanya menyasar infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan sosial masyarakat, terutama di sektor permukiman dan pendidikan. Menurut Ade, kawasan pemukiman warga menjadi lokasi yang paling banyak merasakan dampak dari rentetan bencana tersebut.

Baca Juga :  Bazar Murah IKWI Kota Bogor, Belanja Sekaligus Berdonasi

Yang tak kalah memprihatinkan, puluhan fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan. Data BPBD mencatat setidaknya 32 sekolah dasar dan menengah pertama mengalami dampak langsung dari berbagai kejadian bencana. Belum termasuk dua unit sekolah menengah atas yang juga terkena dampak serupa.

“Yang terdampak sebagian besar pemukiman kemudian, sekolah itu ada sekitar 32 SD, SMP, di luar itu ada 2 SMA,” ungkap Ade.

Dari delapan jenis bencana yang tercatat, dua di antaranya paling sering menimbulkan kerugian material dan mengancam keselamatan warga. Angin kencang dan tanah longsor menjadi dua jenis bencana yang mendominasi catatan BPBD Kabupaten Bogor sepanjang tahun ini.

“Ada angin dan longsor, rata-rata itu,” kata Ade menjelaskan pola kejadian bencana yang berulang.

Tingkat kerusakan yang ditimbulkan pun bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga berat. BPBD terus berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan, untuk menangani kerusakan pada fasilitas sekolah yang terdampak.

“Ada yang rusak ringan, sedang, dan berat. Alhamdulillah kita berkoordinasi terus dengan Disdik, ada yang sudah bisa langsung ditangani, dan ada juga yang ditangani tahun depan,” jelas Ade.

Baca Juga :  Cerita di Balik Bantuan BPBD Kabupaten Bogor untuk Korban Bencana Alam Sukabumi

Meski kejadian bencana relatif merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, data menunjukkan bahwa kawasan selatan mencatat frekuensi yang lebih tinggi. Wilayah ini memang dikenal memiliki topografi yang lebih menantang dengan kontur berbukit dan curah hujan yang tinggi.

Sebaliknya, wilayah seperti Parungpanjang tercatat sebagai kecamatan dengan tingkat kejadian bencana paling rendah. Kondisi geografis yang relatif datar dan sistem drainase yang lebih baik diduga menjadi faktor pelindung bagi kawasan ini.

“Hampir sama saja yang banyak itu wilayah selatan, dan yang paling rendah itu justru wilayah seperti Parungpanjang,” tutur Ade.

Terkait jumlah korban yang terdampak dari rangkaian bencana sepanjang 2025, BPBD masih melakukan pendataan lebih mendalam. Ade menyebutkan bahwa jumlah korban tidak terlalu banyak, namun pihaknya masih perlu memverifikasi data secara menyeluruh untuk mendapatkan gambaran yang akurat.

“Tidak terlalu banyak, nanti harus lihat data dulu,” tutup Ade.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel