Demi Keselamatan Penerbangan, 8 Maskapai Larang Penggunaan Power Bank

Penerbangan
Ilustrasi powerbank. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA —Sejumlah maskapai penerbangan internasional memperketat bahkan melarang penggunaan power bank di dalam pesawat. Kebijakan ini diterapkan menyusul meningkatnya risiko keselamatan penerbangan akibat insiden yang melibatkan baterai lithium-ion.

Power bank diketahui menggunakan baterai lithium-ion yang mudah terbakar. Risiko kebakaran dapat meningkat akibat kerusakan fisik, kesalahan penggunaan, hingga usia perangkat. Data Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat mencatat lebih dari 500 insiden terkait baterai lithium dalam 20 tahun terakhir, mulai dari munculnya asap, api, hingga suhu ekstrem di dalam pesawat.

Berikut daftar maskapai yang menerapkan pembatasan ketat terhadap power bank selama penerbangan.

Advertisement

AirAsia
Maskapai ini hanya mengizinkan penumpang membawa power bank dengan kapasitas maksimal 100 watt-jam (Wh) atau setara 20.000 miliampere-jam (mAh). Kebijakan ini diterapkan untuk meminimalkan risiko gangguan keselamatan selama penerbangan.

Lion Air
Lion Air melarang power bank dengan kapasitas di atas 100 Wh atau 20.000 mAh. Setiap penumpang maksimal membawa dua unit. Power bank tidak boleh digunakan untuk mengisi daya perangkat selama penerbangan, tidak boleh disimpan di dalam tas, dan harus berada dalam pengawasan pemilik.

Baca Juga :  Armada Pasifik AS Terlibat Dua Kecelakaan di Laut Cina Selatan, Investigasi Dimulai

Thai Airways
Mulai 15 Maret, Thai Airways melarang penggunaan dan pengisian daya power bank di dalam pesawat. Aturan ini diberlakukan setelah muncul sejumlah insiden kebakaran di maskapai internasional yang diduga bersumber dari power bank.

Maskapai Korea Selatan
Otoritas penerbangan Korea Selatan melarang penyimpanan power bank di kabin tertutup. Perangkat hanya boleh disimpan di saku kursi atau di bawah kursi penumpang. Pengisian daya melalui colokan USB di kursi juga tidak diperbolehkan.

Singapore Airlines
Maskapai ini melarang penggunaan power bank untuk mengisi daya perangkat selama penerbangan. Pengisian daya melalui port USB pesawat juga tidak diizinkan.

Baca Juga :  Pesawat C-130 Hercules Turki Jatuh di Georgia, Seluruh 20 Personel Militer Tewas

Hong Kong Airlines
Larangan penggunaan power bank selama penerbangan mulai diberlakukan pada 7 April. Kebijakan ini muncul setelah terjadi insiden kebakaran di pesawat Hong Kong Airlines yang tengah terbang dari Hangzhou.

Emirates
Emirates menerapkan larangan penggunaan power bank mulai 1 Oktober 2025. Power bank tetap boleh dibawa ke kabin, tetapi tidak boleh digunakan untuk mengisi daya perangkat maupun diisi ulang menggunakan sumber listrik pesawat.

EVA Air
Maskapai asal Jepang ini melarang penggunaan charger portable selama penerbangan. Power bank dan baterai lithium cadangan juga dilarang masuk ke bagasi terdaftar dan wajib dibawa di bagasi kabin dengan penyimpanan yang aman untuk mencegah tekanan atau kerusakan.

Dengan beragam aturan yang diterapkan maskapai, penumpang diimbau untuk memeriksa kebijakan masing-masing penerbangan sebelum bepergian agar terhindar dari kendala saat pemeriksaan keamanan.

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel